Peternak Sleman Manfaatkan Limbah Kacang Hijau Sebagai Pakan Alternatif

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah peternak asal Sleman Yogyakarta memanfaatkan limbah pertanian berupa kulit kacang hijau sebagai pakan alternatif. Selain memiliki kandungan gizi cukup tinggi, juga tahan lama karena bisa disimpan hingga berbulan-bulan lamanya.

Salah satu peternak yang memanfaatkan adalah Ari Prabowo (39) asal dusun Pundong, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Lelaki yang berprofesi sebagai guru SD ini mengaku sudah memanfaatka sejak setengah tahun terakhir. Ide pemanfaatan itu muncul sebagai solusi melihat kondisi semakin minimnya keberadaan rumput hijauan di musim kemarau.

“Kenapa dipilih limbah hasil panen kacang hijau. Karena memang kandungan protein maupun seratnya cukup tinggi. Sehingga bagus untuk pertumbuhan ternak. Baik itu kambing, domba, maupun sapi,” ujar Ari saat ditemui di kandang ternaknya Senin (28/09/2020).

Limbah hasil panen kacang hijau baik berupa kulit buah, daun, maupun ranting dan batang itu dikumpulkan untuk kemudian diberikan pada ternak dalam bentuk kering, atau tanpa pengolahan sama sekali. Meski diberikan dalam bentuk kering, Ari menyebut, pakan limbah hasil panen kacang hijau itu sangat digemari ternak.

“Karena bentuknya kering, peternak bisa menyimpan pakan ini dalam waktu hingga berbulan-bulan. Sehingga bisa menjadi pengganti saat pakan rumput hijauan sulit ditemukan di musim kemarau. Ataupun jika peternak tidak cukup memiliki waktu untuk mencari rumput setiap hari,” jelasnya.

Dari sisi harga, pakan berupa limbah hasil panen kacang hijau juga dinilai lebih murah dibandingkan pakan jenis lainnya. Seperti misalnya kangkung kering atau rumput segar. Yakni hanya seharga Rp1500-2000 per kilonya. Biasanya, pakan berupa limbah hasil panen kacang hijau ini didatangkan dari daerah Jawa Tengah seperti Purwodadi atau Grobogan.

“Penggunaan pakan alternatif limbah hasil panen kacang hijau ini juga bisa mengurangi jumlah kotoran ternak. Karena praktis seluruh pakan bisa termakan oleh ternak tanpa ada sisa,” ungkapnya.

Menurut Ari, penggunaan pakan alternatif limbah hasil panen kacang hijau ini akan sangat cocok digunakan bagi para peternak yang fokus pada usaha penggemukan. Karena pertumbuhan akan bisa lebih cepat dibandingkan bisasanya.

“Kalau untuk budidaya atau pembesaran memang baiknya tetap harus diberi pakan tambahan lain. Seperti hijauan ataupun polar dan dedak. Karena nanti berpengaruh pada susu yang dihasilkan indukan betina maupun kualitas sperma pejantan,” ungkapnya.

Lihat juga...