Pilkada 2020 Kebumen Hanya Diikuti Satu Paslon

Editor: Koko Triarko

Ketua KPU Kebumen, Yulianto di kantornya, Rabu (23/9/2020). –Foto: Hermiana E. Effendi

KEBUMEN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen, akhirnya menetapkan hanya satu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bakal mengikuti pilkada 9 Desember mendatang.

“Kita sudah memperpanjang pendafatan pasangan calon, namun sampai batas waktu yang ditentukan tetap hanya ada satu pasangan yang mendaftar, yaitu pasangan Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih,” kata Ketua KPU Kebumen, Yulianto, Rabu (23/9/2020).

Penetapan satu pasangan calon dilakukan setelah KPU melakukan rapat pleno tertutup. Mengingat hanya ada satu pasangan calon, maka untuk tahapan selanjutnya KPU Kebumen akan berpedoman pada PKPU 13/2018 tentang pilkada dengan satu paslon.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, pilkada dengan calon tunggal tersebut  telah diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 pasal 54C, serta diperjelas dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2018. Dalam ketentuan itu disebutkan, masyarakat atau pemilih berhak untuk memilih paslon tunggal tersebut atau memilih kolom kosong.

Kedua pilihan tersebut dinyatakan sah dan akan dihitung sebagai suara rakyat. Jika paslon meraih lebih dari 50 persen suara sah, maka berhak ditetapkan sebagai pemenang pemilihan. Namun jika suara yang diperoleh kurang dari 50 persen suara sah, maka dinyatakan tidak terpilih. Selanjutnya, posisi bupati akan dijabat oleh penjabat sementara hingga periode pemilihan selanjutnya.

“Jadi pilkada dengan satu pasangan calon atau calon tunggal ini, tetap mengakomodir pilihan rakyat sebagai pemenangnya. Jika mayoritas atau lebih dari 50 persen memilih kotak kosong, maka calon tunggal tersebut dinyatakan kalah,” jelasnya.

Pasangan Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih ini didukung oleh gabungan 9 partai politik, yaitu, PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PKS, PPP, PAN dan Demokrat dengan total dukungan kursi di DPRD sebanyak 50 kursi.

Sementara itu, Anggota KPU Divisi Sosdiklih dan Parmas, Agus Hasan Hidayat, mengatakan, tahapan selanjutnya setelah penetapan pasangan calon adalah kampanye yang akan dimulai tanggal 26 September hingga 5 Desember mendatang. Untuk aturan kampanye di masa pandemi, mengacu pada PKPU Nomor 6 Tahun 2020 Jo PKPU Nomor 10 Tahun 2020. Antara lain ada aturan kampanye tentang penerapan protokol kesehatan pada setiap kegiatan kampanye. Kemudian jumlah peserta kampanye dibatasi maksimal 50 orang untuk pertemuan terbatas, dan 100 orang untuk kampanye terbuka.

“Masa kampanye berlangsung selama 71 hari dan harus menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, menjaga jarak dan pembatasan jumlah peserta kampanye,” terangnya.

Lihat juga...