Pilkada 2020, Semua Bentuk Kampanye Terbuka Dilarang

Editor: Koko Triarko

Ketua KPU Kebumen, Yulianto di kantornya, Selasa (29/9/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

KEBUMEN – Memasuki masa kampanye, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen menjelaskan adanya aturan baru yang melarang pasangan calon (paslon) melakukan kegiatan kampanye terbuka dalam bentuk apa pun. Mulai dari rapat umum, konser musik, donor darah, berbagai macam bentuk perlombaan dan kegiatan lainnya yang berpotensi mengundang kerumunan massa.

“Semua bentuk kampanye tatap muka dilarang, termasuk yang sebelumnya diperbolehkan dengan ada pembatasan massa yang hadir sekarang dilarang,” kata Ketua KPU Kebumen, Yulianto, Selasa (29/9/2020).

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, peraturan KPU atau PKPU nomor 11 tahun 2020 yang sebelumnya memperbolehkan kampanye dengan jumlah maksimal 100 orang, saat ini sudah dicabut. Sebagai gantinya, dikeluarkan PKPU nomor 13 tahun 2020 yang melarang semua bentuk kampanye terbuka.

“Sehingga kampanye dalam pilkada 9 Desember nanti hanya diperbolehkan melalui media daring. Paslon atau pun partai politik pengusung bisa memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan program-programnya kepada masyarakat,” jelasnya.

Perubahan aturan kampanye lainnya yaitu, paslon diperbolehkan untuk memasang iklan kampanye melalui media daring yang sudah terverifikasi oleh dewan pers atau pun melalui media sosial. Sebelumnya, dalam aturan lama iklan untuk paslon hanya dilakukan oleh KPU.

“Untuk waktu kampanye di media daring ini dibatasi hanya 14 hari terakhir masa kampanye,” katanya.

Sementara itu, anggota KPU Kebumen Divisi Sosdiklih dan Parmas, Agus Hasan Hidayat, mengatakan masa kampanye sudah dimulai pada Sabtu (26/9/2020) dan akan berlangsung hingga 5 Desember mendatang. Selama empat hari sejak masuk masa kampanye, dari pengamatan KPU belum ada kegiatan paslon yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar.

Terlebih pilkada Kebumen ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon, sehingga hiruk-pikuk kampanye nyaris tidak ada. Pasangan calon tunggal dalam pilkada Kebumen, yaitu Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih, yang didukung oleh gabungan 9 partai politik, yaitu, PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PKS, PPP, PAN dan Demokrat dengan total dukungan kursi di DPRD sebanyak 50 kursi.

“Meskipun hanya paslon tunggal, namun paslon tetap harus mengedukasi masyarakat pemilih supaya mau menyalurkan hak pilihnya. Selain itu, melawan kotak kosong, bukan berarti paslon sudah menang, karena jika mayoritas atau lebih dari 50 persen pemilih memilih kotak kosong, maka calon tunggal tersebut dinyatakan kalah,” jelasnya.

Masa kampanye Pilkada Kebumen berlangsung selama 71 hari, dan paslon diminta untuk memanfaatkan waktu kampanye dengan baik, supaya masyarakat memahami program-program yang ditawarkan.

Lihat juga...