PKD Jadi Ajang Aktualisasi Seni Budaya Lokal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Puluhan penggiat seni dan budaya dari sanggar dan Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST) se kota Malang, unjuk kebolehan dalam gelaran Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Malang.

Berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal mulai dari Wayang, Keroncong hingga Jaran Pegon Malangan dipertontonkan dalam acara yang diselenggarakan selama dua hari tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Malang, Dra. Zubaidah, MM., menjelaskan, kota Malang memiliki keberagaman budaya yang timbul dari proses sedemikian rupa, sehingga memiliki warisan budaya yang mengakar kuat di berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Oleh karenanya melalui gelaran PKD ini kami memberikan kesempatan kepada masyarakat, seniman, budayawan untuk mengaktualisasikan karyanya dalam sebuah wadah kegiatan sekaligus juga untuk meningkatkan keanekaragaman budaya kota Malang, melalui diplomasi dan promosi budaya,” jelasnya dalam pembukaan PKD di Taman Krida Budaya, Rabu (30/9/2020).

Lebih lanjut Kabid Kebudayaan Dindikbud, Andayun menyebutkan, gelaran PKD merupakan awal dari kegiatan yang nantinya akan disambung dengan kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional. Semua aktualisasi seni dan budaya lokal kota Malang ditampilkan mulai dari Jaranan Pegon yang merupakan asli budaya lokal kota Malang, wayang, ludruk Malangan, Keroncong Malangan, tembang Mocopat, serta penampilan seni budaya dari Dewan Kesenian Malang (DKM).

“Kegiatan ini merupakan langkah awal kami untuk melihat penampilan seni budaya lokal kota Malang yang nantinya akan kita godok kembali untuk ditampilkan di ajang Pekan Kebudayaan Nasional mewakili kota Malang,” ucapnya.

PKD kali ini juga dimeriahkan dengan seminar, workshop dan pameran kriya budaya, sebutnya.

Namun demikian, Andayun menegaskan, penyelenggaraan PKD tetap memperhatikan protokol kesehatan, sehingga hanya dari tamu undangan saja yang bisa masuk ke area PKD.

“Menginggat masih dalam situasi pandemi, jadi hanya tamu undangan yang boleh masuk, itupun jumlahnya terbatas. Sedangkan bagi masyarakat yang ingin ikut menyaksikan PKD bisa menyaksikan melalui Youtube,” ujarnya.

Sementara walikota Malang, Sutiaji yang membuka langsung acara tersebut, mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk mencintai dan menghargai nilai-nilai seni, budaya dan sejarah tempo dulu. Karena menurutnya saat ini kecintaan masyarakat terhadap peninggalan-peninggalan kebudayaan sudah mulai luntur.

“Hari ini kita berkumpul ingin mengeksplor dan melihat hasil karya dan karsa seni budaya lokal peninggalan nenek moyang yang pastinya memiliki nilai luhur bagi kehidupan. Maka untuk itu kenali kebudayaannya, kenali sejarahnya karena sesungguhnya dengan mengenali itu semua, kita akan tahu siapa kita. Ayo kita kuatkan budaya lokal, kita angkat menjadi entitas budaya-budaya nasional sehingga menjadi kekuatan Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...