Polda Jateng Ungkap Bandar Narkoba di Lapas Semarang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Berawal dari penangkapan tersangka pengedar narkoba, di depan kantor Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang, Polda Jateng berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu dan pil ekstasi di Jateng. Barang bukti berupa 9,1 kilogram sabu dan 5.708 butir ekstasi pun diamankan.

“Pengungkapan jaringan narkoba ini, berawal dari dari penangkapan tersangka berinisial CG. Pelaku berhasil diamankan saat saat hendak melempar sabu seberat 100,3 gram, di depan Lapas Kelas IA Semarang pada Senin (24/8/20) sekitar pukul 21.00 WIB,” papar Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lurhfi di gedung Polda Jateng, Semarang, Kamis (10/9/2020).

Dari penangkapan tersebut, kemudian pihak kepolisian melakukan pengembangan lebih lanjut. “Ternyata didapatkan bahwa ini jaringan besar narkoba di Jateng, hingga dilakukan penggrebekkan di salah satu hotel di Semarang. Hasilnya, kita berhasil menyita 8 kilogram sabu siap edar,” lanjutnya.

Selain itu, Polda Jateng juga berhasil mengamankan 5.708 butir pil eksatasi dan menangkap dua pelaku lain. “Dua orang ini juga mempunyai peran masing masing. Saat dilakukan penggrebekan, didapati satu orang berjaga didepan dan satu tersangka lain, berada di kamar sedang mengepak sabu siap edar,” tandasnya.

Diterangkan, dengan keberhasilan tersebut, pihaknya setidaknya bisa menyelamatkan lebih dari sembilan ribu orang, dari bahaya narkoba.

Hal senada juga disampaikan Dirnarkoba Polda Jateng, Kombes Agung Prasetyoko. Dipaparkan, dari penangkapan tersangka CG, pihaknya bisa mengetahui jika barang haram tersebut didapatkan tersangka dari bandar yang menginap di sebuah hotel di Kota Semarang.

“Jadi tersangka CG ini, beli sebanyak dua paket sabu masing-masing kurang lebih 100 gram. Satu paket sabu sudah di edarkan di daerah Plombokan, Kecamatan Semarang Utara. Sementara, satu paket lainya akan diletakan didepan kantor Lapas Kelas I Kedungpane Kota Semarang , namun tidak jadi, karena sudah kita tangkap terlebih dahulu,” paparnya.

Kasus kemudian dikembangkan, sehingga pada Selasa (25/8/2020), pihaknya melakukan penggrebekkan dan menangkap dua tersangka baru serta mengamankan barang bukti, berupa 8 kilogram sabu dan ekstasi sebanyak 5.708 butir, uang tunai Rp 3 juta, timbangan digital, alat press dan koper.

“Para tersangka diancam dengan Pasal 112 dan 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling lama 20 Tahun,” pungkasnya.

Lihat juga...