Polisi: Semburan Sumur Bor di Jatirangga tak Mengandung Bahan Berbahaya

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko, mengungkapkan semburan yang keluar dari sumur bor di Jalan Lembur 1, Nomor 31, wilayah Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, tidak mengandung bahan berbahaya.

“Petugas dari migas sudah melakukan kroscek ke  lokasi, sementara dipastikan tidak ada kandungan bahan berbahaya seperti Gas H2S atau gas telur busuk,” ungkap Kombes Wijonarko di konfirmasi Cendana News di lokasi, usai meninjau langsung semburan lumpur, Sabtu (5/8/2020) sore.

Namun demikian, tentunya tetap melakukan antisipasi, sebagai upaya pencegahan terjadi hal yang tidak diinginkan. Dikonfirmasi soal izin pemanfaat sumur bor guna kepentingan komersil, Wijonarko hanya mengatakan sementara untuk sumur tanah, belum didalami lebih lanjut.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko, di lokasi semburan, Sabtu (5/9/2020). –Foto: M Amin

“Sementara kita melakukan penanganan sumber air atau gas dulu. Hal lain belum didalami lebih lanjut terkait izin,” tukasnya.

Menurutnya, polisi bersama TNI dan Satpol PP sudah melakukan pengamanan di lokasi, antisipasi dampak yang mungkin akan terjadi. Bahkan, koordinasi langsung dengan Wali Kota Bekasi dengan menugaskan tim untuk mengecek lokasi, guna memastikan tidak ada gas berbahaya.

Diharapkan, situasi tetap terkendali, dengan sementara titik semburan ditutup dengan bebatuan sehingga semburan air atau gas mereda. Meskipun masih terlihat mengeluarkan air dari celah bebatuan.

Informasi d lapangan, diketahui lokasi pengeboran akan mencapai 120 meter. Saat ini, pelaksanaan di lapangan sudah memasuki hari ke lima dan sudah mencapai kedalaman 99 meter.

Tiba-tiba, mengluarkan gas setinggi kurang lebih 10 meter tepat pada pukul 10.15 WIB, semburan tersebut sempat mereda tapi kemudian mengeluarkan lumpur setinggi 10 meter.

Sampai saat ini, sumur bor masih mengeluarkan lumpur. Situasi sampai saat ini semburan mengecil, air tetap mengalir karena ditutup dengan bebatuan batu kali dan karungan pasir.

Diketahui, dalam areal galian sumur bor tersebut,  terdapat usaha pabrikan air mineral kemasan dengan merk dagang Elena. Tak jauh masih dalam lokasi berdekatan juga ada waterpark.

Semburan sumur bor tersebut, saat ini viral di-upload di berbagai media sosial di Kota Bekasi. Mereka berharap, tidak terjadi seperti lumpur Lapindo.

Lurah Jatirangga, Ahmad Affandi, dikonfirmasi terpisah, mengatakan bahwa gas keluar mulai pukul 08.00 WIB, sesuai informasi dari Satpol PP dan perangkat RT/RW.

“Pukul 08.00 WIB diketahui ada gas, sempat berhenti. Tapi setengah jam kemudian keluar semburan lumpur, langsung menyembur ke atas,” ujarnya.

Petugas langsung melakukan upaya penutupan saluran agar air tidak keluar, dengan menutup menggunakan semen dan bebatuan. Terkait hal tersebut, Affandi juga mengaku sudah koordinasi dengan dinas LH, guna melihat ada pencemaran lingkungan dan dinas LH sudah cek ke lokasi, bersama wali kota.

Lihat juga...