Polresta Banyumas Terjunkan ‘Water Canon’ Atasi Krisis Air Bersih

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Sebagai desa yang terletak di dataran paling tinggi di Kabupaten Banyumas, krisis air bersih lebih awal dialami warga Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas. Saat ini tinggal tersisa satu sumber air yang debit airnya juga sudah menurun, sehingga untuk mendapatkan air bersih, warga harus menunggu hingga 8 jam lebih.

Melihat kondisi tersebut, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka langsung memerintahkan untuk melakukan droping air bersih ke Desa Kaliputih. Dengan menggunakan water canon yang berkapasitas 6000 liter air bersih, jajaran Polresta Banyumas melakukan droping air ke desa tersebut.

“Alhamdulilah sekali, ini droping air pertama di musim kemarau ini dari Polresta Banyumas. Biasanya saya harus mengambil air dari mata air yang jauhnya sampai 2 kilometer dan mengantrenya juga lama,” kata salah satu warga Desa Kaliputih, Rahayu (50).

Menurut Rahayu, kesulitan air bersih dialami warga sejak bulan Agustus lalu. Untuk kebutuhan air minum, Rahayu biasanya membeli air isi ulang seharga Rp 3.000 per galon. Sedangkan untuk keperluan mandi dan mencuci, ia harus mengantre air di sumber mata air yang berlokasi di Grumbul Curah.

Kapolresta Banyumas yang turun langsung membagikan air bersih kepada warga mengatakan, ia mendapat laporan semalam, bahwa ada lima desa yang mengalami kesulitan air bersih. Sehingga ia langsung menginstruksikan melakukan droping air ke desa yang kondisinya paling krisis air bersih.

“Semalam agak kesulitan kita mencari armada untuk droping air bersih, sehingga kita berinisiatif untuk menggunakan water canon. Sebelumnya sudah dicuci terlebih dahulu dan dipastikan kondisinya steril,” kata Kapolresta.

Melihat banyaknya desa yang mulai kesulitan air bersih, Kapolresta mengatakan, pihak desa bisa mengajukan bantuan droping air bersih ke Polresta Banyumas. Dan Kapolresta siap untuk menerjunkan tim untuk melakukan droping air, mengingat pengajuan droping air melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus melalui proses assesment terlebih dahulu.

“Untuk warga desa yang kesulitan air bersih, hubungi saja Polresta Banyumas, bisa melalui polsek setempat, kita akan upayakan semaksimal mungkin untuk membantu, karena kebutuhan air bersih di musim kemarau ini sangat krusial,” tegas Kapolresta.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kaliputih, Darmono mengatakan, wilayah selalu mengalami krisis air bersih lebih awal. Tahun 2016 lalu, pernah dilakukan pembuatan sumur bor, namun setelah menggali dengan kedalaman 125 meter, tidak ditemukan sumber air juga. Karena itu pihak desa tidak berani berspekulasi membuat sumur bor sendiri.

“Kita akan mengajukan bantuan pembuatan sumur bor ke BPBD, kalau instansi kan kemungkinan mempunyai metode tertentu untuk mencari titik yang ada sumber airnya,” katanya.

Lihat juga...