Positif Covid-19 di Boyolali Bertambah 32 Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dr Ratri S. Survivalina. -Ant

BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyebutkan, warga di wilayah itu yang terkonfirmasi positif Covid-19 terhitung hingga Sabtu (12/9), bertambah 32 orang, sehingga secara akumulasi menjadi 677 orang.

“Dari 677 kasus di Boyolali itu, terdiri dari 127 orang dirawat di rumah sakit, 200 orang isolasi mandiri, 327 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 23 orang meninggal dunia,” kata Kepala Dinkes Boyolali, dr. Ratri S. Survivalina di Boyolali, Minggu (13/9/2020).

Ia mengatakan, tambahan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, masih didominasi adanya kontak erat dengan kasus positif sebelumnya.

Namun, kata dia, jika dilakukan identifikasi, ada beberapa yang menonjol, yakni pertama dari kluster pengawas pemilu dengan penambahan sembilan kasus, dan kluster baru dari kantor BPJS Kesehatan Boyolali sembilan kasus.

Terkait kluster perkantoran, pihaknya sudah melakukan penyaringan, dengan melaksanakan tes usap di Kantor BPJS Kesehatan dan Kantor Perizinan atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Boyolali.

Dia mengatakan, penyaringan dengan tes usap di Kantor BPJS Kesehatan Boyolali  terhadap 33 orang. Yang sudah keluar hasilnya 31 orang, sedangkan dua lainnya masih menunggu pemeriksaan. Hasil tes usap, dari 31 orang ditemukan sembilan orang dinyatakan positif dan 22 orang negatif.

“Tes usap pegawai di Kantor DPMPTSP Boyolali dari 39 orang yang sudah keluar 16 orang, dan hasilnya negatif. ‘Screening’ (penyaringan) di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali, dari 100 orang yang dites usap, dan yang sudah keluar 46 orang hasilnya negatif semua,” kata Ratri.

Dia mengatakan, tes usap pengawas pemilu di Boyolali diikuti 344 orang. Hasil tes yang sudah keluar 333 orang, dengan 103 orang di antaranya teridentifikasi positif COVID-19, sedangkan 230 orang lainnya negatif, serta sisanya 11 orang masih menunggu hasil.

Menyinggung soal persiapan rumah sakit menyikapi bertambahnya warga terkonfirmasi positif, kata dia, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Boyolali dengan kapasitas 70 orang itu, sekarang justru berkurang cukup banyak dan hanya tinggal 18 orang yang dirawat.

“Karena warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, kebanyakan kondisi sehat-sehat semua atau orang tanpa gejala, maka mereka kebanyakan melaksanakan isolasi mandiri,” katanya.

Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan pada setiap aktivitas.

“Terapkan 3M plus, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun plus laksanakan perilaku Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” katanya. (Ant)

Lihat juga...