Produksi Pisang Lamsel Turun Akibat Layu Fusarium

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Petani di Lampung Selatan (Lamsel), mendapati tanaman buah pisang mengalami layu, busuk dan daun kering. Diketahui layu fusarium menjadi penyebabnya hingga berimbas pada penurunan produksi pisang jenis kepok manado, raja nangka, kepok biasa dan janten.

Sumardiono, petani pisang di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan menyebutkan perubahan musim penghujan ke kemarau  jadi penyebab jamur Fusarium Oxysphorum. Imbas penyakit tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian tanaman hingga buah. Karena berpotensi menular ke tanaman lain, langkah antisipasi perlu dilakukan dengan pemusnahan.

Ciri fisik penyakit fusarium menurut Sumardiono ditandai layu pada buah dan tanaman. Daun yang mengering dan buah kering meski belum waktu panen berimbas tanaman tidak bisa dikonsumsi. Saat dibelah tanaman pisang memiliki bintik hitam pada daging buahnya. Tandan dan pohon akan membusuk saat puncak serangan layu fusarium mencapai puncaknya.

“Total ada belasan batang tanaman pisang berbagai varietas yang terkena layu fusarium namun ratusan batang lainnya masih bisa diselamatkan dengan menjaga kebersihan kebun dan menebarkan zat kapur atau dolomit agar tanaman sehat tidak tertular,” terang Sumardiono saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (14/9/2020).

Secara fisik buah pisang terkena layu fusarium tetap dalam kondisi baik pada bagian kulit luar. Namun Sumardiono menyebut kualitas buah keras, tidak layak konsumsi sehingga pengepul enggan membelinya. Dari kondisi normal bisa memanen dan menjual sebanyak 30 tandan per pekan. Semenjak hama layu fusarium muncul ia hanya mampu memanen maksimal 26 tandan.

Imbas layu fusarium produktivitas buah yang rendah mempengaruhi keuntungan. Satu tandan yang dijual rata rata Rp25.000 untuk sebanyak 30 tandan ia bisa mendapat hasil Rp750.000. Namun imbas layu fusarium ia kini hanya mendapat hasil yang lebih sedikit. Pisang dibeli oleh pengepul dengan kualitas super,sedang dan rames atau asalan.

“Imbas hama layu fusarium pengepul kerap melihat langsung ke pohon sebelum panen agar tahu kualitas buah,”cetusnya.

Jenis pisang yang diserang menurut Sumardiono merupakan pisang dengan kualitas bagus. Sebab jenis raja nangka, kepok manado sebagai bahan baku keripik memiliki harga Rp50.000 untuk kualitas super. Antisipasi penularan ia memilih tidak menebangnya. Penggunaan obat kapur dan fungisida dilanjutkan pembakaran dilakukan agar hama tidak menular.

Penanganan pemusnahan tanaman pisang dilakukan Hasan,petani di desa yang sama. Proses pembakaran tanaman dilakukan untuk meminimalisir penularan. Ia juga memilih tidak menggunakan sabit yang digunakan untuk memanen pisang. Sebab getah dari bagian tanaman terkena penyakit layu fusarium berpotensi terbawa ke tanaman sehat.

“Kondisi kebun yang kurang bersih banyak rumput dan limbah berpotensi menjadi media tumbuh jamur layu fusarium,” bebernya.

Penanganan pada tanaman sehat dilakukan olehnya dengan memberi pupuk NPK,SP-36 dan zat kapur. Pembersihan kebun dengan membakar sampah dan rumput dilakukan untuk mencegah penularan. Sebab produksi menurun buah pisang yang terimbas layu fusarium akan menyebabkan kerugian. Kerugian ratusan ribu hingga jutaan telah dialaminya saat hama layu fusarium menyerang di tahun 2019.

Japra, pengepul buah pisang menyebut harus mengetahui ciri penyakit layu fusarium pada buah. Buah sehat memiliki warna kulit hijau cerah dan buah tidak berisi. Meminimalisir petani menjual buah terinfeksi ia memilih melakukan proses penyortiran. Buah kualitas super,sedang hingga asalan akan dipisah.

“Konsumen dominan pedagang gorengan, keripik sehingga memilih buah yang bagus,” cetusnya.

Pengepul diakuinya kerap memetakan wilayah terkena penyakit layu fusarium. Buah sehat yang dibeli dari petanu yang lahannya terimbas hama layu fusarium akan disemprot zat kapur. Tujuannya agar tidak terjadi penularan. Sebab golok yang dipakai untuk memotong tandan kerap akan dipakai untuk menebang pohon. Sebelum dipakai golok akan direndam di zat kapur menghindari penularan layu fusarium.

Lihat juga...