Program DCML Mampu Tumbuhkan Kesadaran Warga dalam Berkoperasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Manager Umum KUD Kartini Mandiri Lestari Di Desa Cerdas Mandiri Lestari Pasarean Kamijahan Bogor Jawa Barat, Hamidah. (Ist)

BOGOR — Adanya program Desa Cerdas Mandiri Lestari yang dijalankan Yayasan Damandiri di desa Pasarean Kamijahan Bogor Jawa Barat mampu menumbuhkan kesadaran warga dalam berkoperasi. Hal itu terbukti dari banyaknya warga yang aktif menjadi anggota koperasi dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Manager Umum KUD Kartini Mandiri Lestari, Hamidah, selaku motor penggerak program Desa Cerdas Mandiri Lestari Pasarean, menyebut pertumbuhan anggota koperasi KUD Kartini Mandiri Lestari terbilang meningkat drastis dalam kurun waktu 1-2 tahun terakhir.

“Saat awal didirikan pada Desember 2018 jumlah anggota koperasi baru 294 orang saja. Namun pada Agustus 2020 ini jumlah total anggota koperasi telah mencapai 1.721 orang atau KK. Jumlah ini mencakup hampir 1/3 dari total jumlah KK yang ada di Desa Pasarean yakni sebanyak 3000 KK,” katanya kepada Cendananews belum lama ini.

Menurut Hamidah, peningkatan jumlah anggota koperasi secara signifikan ini tak lepas karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkoperasi. Pihak KUD Kartini Mandiri Lestari sendiri selama ini memang terus berupaya mendorong hal tersebut agar warga bisa mendapatkan berbagai manfaat dan kemudahan dengan menjadi anggota koperasi.

“Adanya kebijakan dari pemerintah pusat, juga turut mendorong warga berbondong-bondong untuk masuk menjadi anggota koperasi. Seperti misalnya syarat untuk bisa mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), setiap warga juga harus bergabung menjadi anggota koperasi,” katanya.

Dengan menjadi anggota koperasi, dikatakan Hamidah, setiap warga tentu akan mendapatkan berbagai manfaat dan kemudahan. Selain bisa menabung, setiap anggota juga bisa mengajukan pinjaman modal usaha dengan bunga yang relatif lebih rendah, serta persyaratan yang jauh lebih mudah dibandingkan di bank.

Tak hanya itu, dengan menjadi anggota koperasi, setiap warga juga akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan setiap tahunnya. Itu belum termasuk kesempatan mengikuti sejumlah program-program yang biasa digelar koperasi semisal pelatihan atau diklat pengembangan usaha, peningkatan kualitas SDM dan sebagainya.

“Kita terus berupaya mendorong seluruh warga desa Pasarean agar bisa masuk menjadi anggota koperasi. Karena memang sesuai arah program Desa Cerdas Mandiri Lestari, koperasi harus menjadi soko guru perekonomian desa. Sehingga koperasi harus terus kita hidupkan bersama-sama, untuk mencapai kesejahteraan seluruh masyarakat desa,” pungkasnya.

Lihat juga...