‘Promo Pandemi’, Cara Hafsah Kebab Bertahan di Masa Sulit

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Untuk bisa bertahan dan tetap berjualan di masa pandemi, memang tidak mudah bagi banyak pelaku usaha kecil, termasuk Hafsah Kebab.

Aktivitas sosial dan ekonomi yang dibatasi, membuat daya beli masyarakat menurun, dan pada gilirannya berdampak pada angka penjualan.

Yudi (29), pemilik Hafsah Kebab, sempat berhenti berdagang selama tiga bulan (April-Juni). Pasalnya, kebab miliknya itu sangat minim pembeli dan biaya operasional tidak bisa tertutupi.

“Susah banget jualan selama ada Covid-19. Pembelinya ga ada dan kita tetep harus bayar sewa tempat. Jadi, berat banget,” kata Yudi, kepada Cendana News, Kamis (24/9/2020), saat ditemui di lapaknya di perempatan Jalan Kemuning, Pejaten Timur, Jakarta Selatan.

Belakangan, Yudi terus berpikir bagaimana bisa tetap berjualan dan kebabnya itu laku. Muncullah ide meluncurkan produk Kebab Promo Pandemi yang dijual dengan harga Rp5.000 dengan ukuran kecil. Syukurnya, kata Yudi, penjualannya cukup bagus, ditambah lagi dengan sudah dilonggarkannya PSBB.

“Alhamdulillah sekarang ini Kebab Promo Pandemi paling laris, sih. Emang untungnya ngga besar, tapi kalo terjual banyak kan lumayan. Iya, sekarang jalan terus,” tandas Yudi.

Lebih lanjut, Yudi juga berkomitmen untuk menjaga higienitas kebabnya. Dalam setiap proses pembuatan kebab, ia selalu menggunakan sarung tangan plastik, agar sebisa mungkin penyebaran Covid-19 terhindarkan.

“Saya juga selalu ingatkan pelanggan untuk pakai masker. Iya kita sama-sama menjaga saja. Karena kan kita tahu orang tanpa gejala (OTG) pun bisa membawa virus. Ini untuk kebaikan bersama,” tutur Yudi.

Selain itu, hingga saat ini Yudi mengaku belum menerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif khusus untuk UMKM sebesar Rp2,4 juta. Yudi mengatakan, tidak mengerti cara agar dapat bisa mengakses insentif tersebut.

“Saya ngga tahu kalau ada insentif itu untuk UMKM dan saya juga ngga tahu bagaimana cara dapetinnya. Tapi, nanti saya coba baca-baca lagi. Karena jujur aja, pedagang kayak saya butuh banget sih bantuan itu,” ungkap Yudi.

Di tempat yang sama, Nenden Pupu, salah seorang pelanggan Hafsah Kebab yang ditemui Cendana News, merasa senang ada promo pandemi itu. Selain harganya murah, porsinya pun cukup untuk sekadar menunda lapar.

“Kebab ini kan sebetulnya bukan makanan utama kayak nasi. Jadi kalau ada porsi kecil begitu cukuplah, bisa langsung habis. Ga mesti beli yang gede-gede,” ujarnya.

Nenden juga ikut mendoakan agar pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir, dan para pelaku UMKM dapat bangkit dari situasi sulit yang mereka hadapi.

“Saya mendoakan yang terbaik buat kita semua. Masyarakat, pelaku usaha, negara kitalah secara umum agar bisa bangkit. Semoga Corona juga segera hilang, aktivitas kembali normal seperti dulu,” harapnya.

Lihat juga...