PSBB DKI Jakarta Berimbas pada Permintaan Pisang di Lamsel

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta berimbas secara langsung pada permintaan komoditas pisang. Aktivitas pedagang kuliner gorengan, pembuat keripik dan makanan yang terhenti dikarenakan permintaan menurun menyebabkan hasil kebun petani sulit dijual.

Jahri, petani di Dusun Simpur, Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan mengaku alami penurunan permintaan. Pemilik satu hektare lahan pisang ini menyebutkan, saat ini kali kedua selama pandemi Covid-19 ia sulit menjual. Sebelumnya saat PSBB Jakarta tahap pertama hasil panen juga sulit dijual.

Pengepul di Jakarta menurutnya semula menerima sebanyak 3 ton pisang. Namun semenjak PSBB Jakarta diberlakukan, Senin (14/9/2020) mereka membatasi pengiriman hanya 2 ton. Alasannya rantai distribusi macet imbas tidak beroperasinya usaha kuliner.

“Permintaan pengiriman alami penurunan hampir satu ton dan didominasi pisang buah karena untuk diolah, alami penurunan order dari pedagang gorengan dan pelaku usaha kuliner,” terang Jahri saat ditemui Cendana News, Rabu (16/9/2020).

Komoditas pisang yang dipanen sebagian dikirim ke kota Bandar Lampung dan Sumatera Selatan. Pengiriman ke wilayah yang membutuhkan pisang membuat sektor usaha pertanian miliknya tetap berjalan.

Dijual rata rata perkilogram mencapai Rp2.000 ia masih bisa mendapat omzet Rp6 juta untuk hasil sebanyak 3 ton. Hasil setiap dua pekan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari hari.

“Pengepul umumnya akan membayar separuh dari semua hasil penjualan sebagian setelah terjual,” cetusnya.

Pengaruh pelaksanaan PSBB DKI Jakarta dirasakan langsung Tukimin, pengepul sekaligus distributor. Meski masuk komoditas pokok ia menyebut dampak berkurangnya pelaku usaha berbahan baku pisang berpengaruh pada permintaan. Pelapak di sejumlah pasar tradisional di wilayah Jakarta sebutnya memintanya memasok dalam jumlah terbatas.

“Perputaran bahan baku sedang seret atau tidak lancar sehingga sementara dikurangi,” bebernya.

Sebelum PSBB ia menyebut mengirim pisang ke wilayah Jakarta dan Tangerang hingga 5 ton. Kini mengirim sebanyak 4 ton sudah cukup menguntungkan.

Rekanan sejumlah pelapak di pasar tradisional memilih mengurangi stok untuk hindari kerugian. Sebab rencana PSBB hingga dua pekan berimbas pada proses pengiriman.

Sementara itu, terkait PSBB DKI Jakarta, pelabuhan ASDP Bakauheni tetap beroperasi normal. Captain Solikin,General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang utama Bakauheni menyebut tidak melakukan pembatasan kendaraan ekspedisi. Pihaknya mengikuti surat edaran dari Kementerian Perhubungan terkait Pengetatan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pelabuhan dan Kapal Angkutan Penyeberangan.

“Pelayanan tetap berjalan normal hanya saja protokol kesehatan diperketat bagi penumpang wajib bermasker, jaga jarak, cuci tangan dan membawa hand sanitizer,” terang Captain Solikin.

Sesuai surat edaran Kemenhub bernomor AP.005/8/3/DJPD/2020 dilakukan pengetatan di pintu masuk, area pelabuhan dan kapal. Hingga kini imbas PSBB Jakarta koordinasi dengan instansi terkait pelaku perjalanan, jasa ekspedisi tetap berjalan normal. Pembelian tiket secara online juga tidak mewajibkan surat kesehatan, rapid test.

Pelaksanaan pelayanan pelabuhan diakuinya tetap sesuai standar adaptasi kebiasaan baru (new normal). Para pengguna jasa harus mempersiapkan hand sanitizer, masker dan melakukan jaga jarak. Bagi warga yang akan menyeberang informasi terkait pelabuhan bisa diakses melalui media sosial Instagram @asdp191. Sebab semua informasi kepelabuhan bisa diakses termasuk persyaratan pembelian tiket.

Lihat juga...