Puluhan Hewan Piaraan di Semarang, Divaksinasi Rabies

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Puluhan kucing dan anjing mendapatkan vaksinasi rabies gratis yang digelar Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, dalam peringatan World Rabies Day, di Puskesmas Hewan (Puskeswan) Mijen Kota Semarang, Selasa (29/9/2020).

“Ada 500 vaksin yang kita berikan secara gratis kepada masyarakat, terkait pencegahan virus rabies. Dari jumlah tersebut, kita sebarkan 260 vaksin ke 11 klinik di Kota Semarang, yang ikut membantu pelaksanaan vaksinasi gratis. Sementara, sisanya kita lakukan di dua klinik milik kita di Gayamsari dan Mijen,” papar Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, di sela kegiatan vaksinasi.

Ditambahkan, meski belum ada kasus rabies di Kota Semarang, namun pihaknya mendorong agar pemilik hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing, untuk melakukan vaksin rabies secara rutin.

Salah satu pemilik hewan, Titik, di Puskeswan Mijen Kota Semarang, Selasa (29/9/2020). –Foto: Arixc Ardana

“Sejauh ini belum ada kasus rabies di Kota Semarang, karena pemilik hewan peliharaan relatif tertib dalam melaksanakan vaksinasi. Sementara untuk hewan liar, seperti kera, musang dan sejenisnya, tidak banyak. Jadi sejauh ini relatif aman, meski demikan kita tetap dorong agar rutin melakukan vaksinasi,” tambahnya.

Pihaknya juga mempersilakan masyarakat yang ingin ikut serta dalam program vaksinasi gratis bagi hewan peliharaan tersebut. “Kegiatan digelar selama dua hari ini, sehingga Rabu (30/9/2020) masih bisa. Kami persilakan untuk datang dan memvaksinkan hewan peliharaan yang dimiliki,” terang Hernowo.

Salah seorang pemilik hewan, Titik, mengaku terbantu dengan kegiatan vaksin gratis yang digelar. Setidaknya bisa mengurangi biaya yang dikeluarkan, jika melakukan vaksin mandiri.

“Jika vaksin mandiri harganya berkisar Rp250 ribu. Jadi ketika ada informasi terkait vaksin tersebut, langsung ikut. Selain karena gratis, ya karena ingin hewan peliharaan kita tetap sehat, bebas dari virus rabies,” papar pemilik anjing jenis jawa husky tersebut.

Hal senada juga disampaikan Uly, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, yang datang membawa kucing miliknya untuk divaksin rabies.

“Mumpung ada kegiatan vaksin gratis, jadi bisa ikutan. Sebelumnya belum pernah divaksin rabies, paling hanya perawatan biasa. Mudah-mudahan dengan adanya vaksinasi ini, kucing saya jadi terlindung dari penyakit tersebut,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Jateng, Lalu M Syafriadi, menjelaskan, Jateng bersama dengan tujuh provinsi lain di Indonesia sudah dinyatakan bebas rabies. Hal itu berdasarkan Permentan Kepmentan No 892/Kpts/TN560/9 Tahun 1997.

“Meski demikian, kita tetap dorong agar dilakukan vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan yang dimiliki masyarakat,” terangnya.

Di satu sisi, pihaknya juga mencermati masih adanya konsumsi daging anjing di Jateng. Dan, anjing masih menjadi vektor utama dalam penyebaran penyakit rabies. Bukan hanya karena gigitan, tapi juga air liurnya.

“Jika kemudian konsumsi daging anjing masih ada, bisa jadi dalam proses penyembelihan anjing bisa saja terjadi penularan rabies pada manusia. Jika konsumsi daging tinggi, maka pedagang akan mendatangkannya dari luar kota. Bisa jadi dari wilayah dengan angka rabies tinggi. Untuk itu, kami minta agar stop makan daging anjing,” tegasnya.

Sejumlah langkah dilakukan oleh Disnak Keswan Jateng. Termasuk menggandeng semua pihak, baik Dinas Kesehatan, komunitas pecinta binatang, tokoh agama dan masyarakat, untuk menghentikan konsumsi daging anjing.

“Kita gencar mengampanyekan bahayanya penularan rabies pada manusia dan hewan peliharaan lainnya. Itu sebabnya, kita mengajak seluruh pihak terkait agar upaya sosialisasi ini dapat makin masif dan disadari masyarakat,” tambahnya.

Selain dilakukan sosialisasi, pihaknya juga mendorong vaksinasi pada hewan pembawa vektor rabies seperti anjing dan kucing.

“Termasuk dalam rangka peringatan Hari Rabies Sedunia tahun ini, kita lakukan vaksinasi rabies gratis sebanyak 8.000 dosis, yang tersebar untuk 19 kabupaten/kota di Jateng,” pungkasnya.

Lihat juga...