Putih Instan Mampu Membawa Petaka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Stigma cantik adalah putih, menyebabkan banyak produk perawatan kulit dan kosmetika yang menjanjikan putih secara instan. Padahal produk yang memberikan warna putih pada kulit dalam waktu cepat, yang bisa didapatkan dari produk mengandung zat merkuri, mampu membahayakan kesehatan kulit dan tubuh.

Ahli Kecantikan, Dr. Listya Paramita, SpKK, menyampaikan produk yang mengandung bahan merkuri tidak menunjukkan efek yang terlalu spesifik. Umumnya adalah kulit kering, kasar, terkelupas, kemerahan, ada rasa terbakar, gatal, panas dan sensitif terhadap sinar matahari.

Ahli Kecantikan, Dr. Listya Paramita, SpKK saat talk show kecantikan, Kamis (17/9/2020) – Foto: Ranny Supusepa

“Tapi seringkali hal ini diabaikan. Yang ada malah menganggap hal tersebut merupakan proses wajar dari tanda bahwa krim tersebut bekerja,” kata dr. Mita dalam talk show kecantikan, Kamis (17/9/2020).

Tapi lama kelamaan, lanjutnya, pemakaian produk yang mengandung merkuri akan menyebabkan kerusakan pada kulit seperti dermatitis, hipo atau hiper pigmentasi, baboon syndrome atau erythema persisten hingga gangguan sistemik.

“Biasanya yang sering terjadi, kulitnya itu menjadi belang. Ada bagian yang putih, ada bagian yang hitam. Atau ada bercak-bercak putih yang muncul saat pemakaian sudah dilakukan dalam jangka waktu yang lama sekali,” ucapnya.

Keparahan gejala ini, lanjutnya, sangat bergantung pada konsentrasi merkuri dalam produk, durasi penggunaan, frekuensi penggunaan, luas paparan, jenis produk yang digunakan dan karakteristik kulit pengguna produk.

“Secara fisik produk, kita tidak bisa mengecek. Ya harus cek ke lab untuk hasil akurat, apakah bermerkuri atau tidak,” ujarnya tegas.

Ia menekankan bahwa masyarakat harus mewaspadai produk-produk yang tidak memiliki izin edar dan komposisi dalam kemasannya.

“Dan produk-produk yang mengiklankan secara bombastis. Misalnya 7 hari putih permanen. Itu bull shit. Gimana caranya bisa begitu. Merkuri memang bisa memberikan efek putih tapi tidak aman. Sehingga sekarang sudah di-banned,” kata dr. Mita seraya tertawa.

Produk merkuri memiliki berbagai senyawa yang bisa memberikan efek putih. Yaitu merkuri klorida yang melepaskan asam klorida sehingga menyebabkan pengelupasan lapisan epidermis kulit dan merkuri amino klorida yang menimbulkan inaktivasi enzim sulfhidril mercaptan yang menghambat kerja enzim tyrosinase dalam pembentukan melanin kulit.

“Tapi jika ini terjadi secara terus-menerus, akan mengakibatkan efek berbahaya pada tubuh. Memang merkuri bikin putih, tapi hanya sebentar di awal, dipuji-puji. Lalu 2-3 tahun mukanya sudah hancur,” ujarnya.

Pelatih renang, Aqilah Liony, yang memiliki masalah kulit belang akibat kegiatannya melatih renang menyatakan bahwa dorongan untuk menggunakan produk pemutih karena keluarga dan orang-orang di sekitarnya berkomentar tentang kondisi kulitnya yang hitam.

Pelatih renang Aqilah Liony yang menceritakan pengalamannya saat menggunakan salah satu produk perawatan kulit yang mengandung bahan bermerkuri, saat talk show kecantikan, Kamis (17/9/2020) – Foto: Ranny Supusepa

“Produk yang pernah saya pergunakan itu, kalau dipakai malam hari, pagi sudah terlihat putih hingga 2 level. Tapi akhirnya saya berhenti pakai karena timbul rasa gatal yang tidak tertahankan dan menjadi infeksi pada tangan dan jari,” ucapnya.

Setelah berhenti menggunakan, muncul flek hitam dan proses kulit menjadi hitam lebih cepat jika dibandingkan sebelum menggunakan produk tersebut.

“Mungkin karena produk itu membuat kulit menjadi lebih tipis, hingga jadi lebih cepat hitam dengan aktivitas yang sama  sebelumnya,” imbuhnya.

Jadi, sangat penting untuk memperhatikan produk yang kita pergunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan coba-coba deh untuk menggunakan produk yang menjanjikan putih instan. Karena yang instan itu biasanya mengandung kandungan yang berbahaya. Saya nyesel dan nggak mau pakai lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...