‘Rapid Test’ Puluhan Tim Gugus Tugas Lamsel Non-Reaktif

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Jalani rapid test atau tes cepat puluhan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) dinyatakan non-reaktif.

Rapid test yang digelar Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Rawat Inap Ketapang diikuti oleh anggota Polsek Penengahan, anggota Koramil 0421/03 Penengahan, Satpol PP dan kepala desa dari sebanyak 17 desa di Kecamatan Ketapang.

Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Ketapang menyebut rapid test dilakukan mengantisipasi terpaparnya anggota tim gugus tugas Covid-19. Selama masa pandemi petugas gugus tugas Covid-19 kerap melakukan sosialisasi ke sejumlah pasar tradisional. Hasil tes cepat reaktif juga diperlukan proses tes polymerase chain reaction (PCR) untuk langkah konfirmasi.

Samsu Rizal (kiri) kepala UPT Puskesmas rawat inap Ketapang membacakan hasil rapid test Covid-19 bagi anggota Satgas penanganan Covid-19 kecamatan Ketapang, Selasa (15/9/2020) – Foto: Henk Widi

Rapid test disebutnya merupakan bentuk proses screening bagi petugas gugus tugas Covid-19. Meski dinyatakan non reaktif Samsu Rizal menyebut penerapan protokol kesehatan (Prokes) harus terus dilakukan. Sebab seseorang yang rapid test-nya menunjukkan hasil non reaktif tidak berarti tes PCR-nya pasti negatif atau bebas virus.

“Penyebutan positif dan negatif harus dilakukan dengan tes PCR dengan pengambilan swab sebanyak dua kali hari pertama dan hari kedua, dapat disebut positif apabila minimal pada salah satu tes swab ditemukan virus Covid-19,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (15/9/2020).

Hasil rapid test non reaktif menurutnya tidak serta merta menurunkan kedisiplinan prokes. Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta menurutnya diantisipasi tim gugus tugas Covid-19. Pengaktifan kembali tim gugus tugas Covid-19 tingkat desa dilakukan dengan mengantisipasi pendatang asal luar daerah terutama zona merah penyebaran Covid-19.

“Pelaku perjalanan yang berasal dari zona merah harus didata dengan prosedur karantina mandiri,” bebernya.

Pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Ketapang menurutnya dilakukan dengan pendisiplinan prokes. Sebanyak tiga pasar tradisional pada wilayah Sri Pendowo, Tridharmayoga dan Pematang Pasir disebutnya kembali diperketat. Pengetatan dilakukan dengan mewajibkan pedagang dan pembeli untuk memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak.

Penegakan disiplin oleh tim gugus tugas Covid-19 dilakukan mengacu pada Pergub No 35 Tahun 2020. Pergub yang mengatur masa adaptasi kenormalan baru tersebut memberi sanksi bagi pelanggar prokes dengan sanksi hukuman fisik, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Meski sanksi yang diberikan ringan namun pendisplinan prokes harus dipatuhi.

“Gugus tugas penanganan Covid-19 kembali harus mendisiplinkan prokes karena angka terkonfirmasi positif meningkat,” bebernya.

I Ketut Sinde Atmita, Kepala Desa Sumber Nadi menyebut hasil tes cepatnya non reaktif. Sebagai kepala desa yang kerap memiliki mobilitas tinggi hasil tes cepat tersebut membuatnya tenang. Meski demikian ia harus tetap mendisiplinkan prokes bagi masyarakat desanya. Pelaksanaan prokes selama masa new normal menurutnya telah dilakukan dengan mewajibkan penggunaan masker.

I Ketut Sinde Atmita (kiri) kepala Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang usai mengikuti proses rapid test dengan hasil nonreaktif di Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Selasa (15/9/2020) – Foto: Henk Widi

“Desa kami kembali mengaktifkan petugas gugus tugas Covid-19 untuk pencegahan dengan pelibatan aktif masyarakat,” bebernya.

Pengaktifan posko gugus tugas dilakukan dengan mengaktifkan penyemprotan disinfektan. Setiap warga desa terus diwajibkan untuk menyediakan tempat cuci tangan, sabun. Penyediaan masker yang telah dibagikan oleh desa wajib digunakan oleh warga saat bepergian.

Pendataan bagi pelaku perjalanan yang baru datang dan karantina mandiri wajib dilakukan terutama bagi yang berasal dari zona merah.

Lihat juga...