Ratusan Potong Kayu Olahan Tanpa SKSHH Diamankan Jajaran Polres Kapuas

Petugas Satreskrim Polres Kapuas, Kabupaten Kapuas, mengamankan ratusan kayu olahan tanpa memiliki dokumen SKSHH di Desa Saka Tamiang, Kecamatan Kapuas Barat, Jumat (25/9/2020) – foto Ant

KUALA KAPUAS – Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas, Kalimantan Tengah, mengamankan ratusan potong kayu olahan tanpa dokumen Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH). Barang tersebut diamankan dari tangan pelaku berinisial GR alias BM (48), di Desa Saka Tamiang.

“Pelaku berinisial GR alias BM ini ditangkap saat mengangkut kayu olahan tanpa memiliki dokumen SKSHH di Desa Saka Tamiang, Kecamatan Kapuas Barat,” kata Kapolres Kapuas, AKBP Manang Soebeti, didampingi Kasat Reskrim AKP Kristanto Situmeang di Kuala Kapuas, Minggu (27/9/2020).

Penangkapan GR, berdasarkan informasi dari masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan. Petugas kemudian mengamankan pelaku, beserta ratusan kayu olahan tersebut pada Jumat (25/9/2020). Pelaku diamankan karena tidak bisa menunjukkan dokumen SKSHH dari kayu meranti campuran yang dibawanya.

Pelaku bersama dengan barang bukti berupa kayu olahan berbentuk balok dengan ukuran 3×5, sebanyak kurang lebih 183 potong dan papan tipis 1×15 sebanyak kurang lebih 192 potong tersebut, langsung diamankan dan dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 83 ayat 1 huruf b Jo Pasal 12 huruf e Undang-Undang Republik Indonesia No. 18/2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan (P3H). “Untuk pelaku dan sejumlah barang bukti kayu sudah kita bawa ke Satreskrim Polres Kapuas untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Kristanto.

Pelaku GR alias BM merupakan warga Desa Saka Tamiang, RT 05 Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas. Kristanto mengingatkan dan mengimbau masyarakat di wilayah hukum Polres Kapuas, untuk tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, terutama perusakan hutan di daerah setempat. (Ant)

Lihat juga...