Rejang Lebong Berlakukan Lima Hari Kerja Cegah Kerumunan

Kantor Bupati Rejang Lebong -Ant

REJANG LEBONG – Sekretar is Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, RA Denni, menyebutkan pemberlakuan lima hari kerja di lingkungan pemerintah daerah setempat sejak beberapa hari lalu, untuk mencegah adanya kerumunan orang.

“Pemberlakuan lima hari kerja di lingkungan Pemkab Rejang Lebong diberlakukan terhitung sejak Senin 21 September 2020. Selain memberlakukan lima hari kerja, jumlah ASN yang masuk juga dibagi menjadi dua shift 50-50,” kata RA Denni di Rejang Lebong, Rabu (23/9/2020).

Dijelaskan dia, pemberlakuan lima hari kerja dan pembagian jam tugas itu sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan ASN, mengingat penyebarannya di wilayah itu sudah masuk ke beberapa kluster.
Kalangan ASN Pemkab Rejang Lebong yang bertugas di berbagai OPD, dibagi menjadi dua rombongan, yakni 50 persen rombongan pertama bertugas pada pagi hari mulai 08.00-12.00 WIB, dan rombongan ke dua bertugas mulai dari 12.00-16.00 WIB.

Adanya pembagian jumlah ASN yang bekerja setiap hari itu merupakan kebijakan dari Kemenpan-RB, sedangkan untuk pemberlakuan lima hari kerja merupakan kebijakan Pemkab Rejang Lebong.

Dia berharap, pemberlakuan kebijakan lima hari kerja di lingkungan Pemkab Rejang Lebong tersebut, nantinya akan meningkatkan kinerja ASN di daerah itu.

Pihaknya juga akan melihat perkembangan dari penerapan program lima hari kerja ini. Jika dilihat cukup efektif, maka akan dilanjutkan dan jika tidak efektif, akan dilakukan peninjauan kembali.

Sementara itu, informasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Rejang Lebong menyebutkan, jumlah warga daerah itu yang dinyatakan terkonfirmasi positif mencapai 53 orang, 25 orang dinyatakan sembuh dan 28 orang lainnya masih dalam pengawasan. (Ant)

Lihat juga...