Rektor UIN Sumut Menjadi Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung

Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara – Foto Ant

MEDAN – Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara (Sumut), menetapkan adanya tiga orang tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Tahun Ajaran 2018.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, ketiga tersangka itu adalah, S sebagai Rektor UIN Sumut, SS Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UIN Sumut, dan JS Direktur PT Multi Bisnis Perkasa.

Penetapan ketiga tersangka itu, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut, dan sejumlah barang bukti yang berhasil dikumpulkan penyidik. “Kemudian hasil audit Perhitungan Kerugian Negara dilakukan BPKP Perwakilan Sumut Nomor: R-64.PW02/5.1/2020 tanggal 14 Agustus 2020 senilai Rp10 miliar lebih,” ungkapnya, Rabu (2/9/2020).

​​​​​​​Nainggolan menyebut, dalam kasus korupsi di UIN Sumut itu, penyidik Polda Sumut mengamankan barang bukti berupa surat kontrak dan dokumen pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut.

Penyidik disebutnya, sudah siap melayangkan pemanggilan terhadap ketiga tersangka, untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut. “Polda Sumut terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus penyelewengan pembangunan gedung perkuliahan terpadu UIN Sumut,” kata mantan Kapolres Nias Selatan tersebut.

Sebelumnya, pada Juli 2017, Rektor UIN Sumut memerintahkan Kabag Perencanaan dan Keuangan untuk membuat proposal pengajuan pembangunan gedung kuliah terpadu di UIN Sumut. Proposal diajukan kepada Kementerian Agama RI, dengan jumlah anggaran lebih dari Rp49 miliar. Proposal tersebut disetujui Kementerian Agara RI sebesar Rp50 miliar. Namun sampai sekarang kondisi bangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut tidak selesai dikerjakan. (Ant)

Lihat juga...