RSUD Arifin Ahmad Ajukan Anggaran Tambahan Insentif Tenaga Medis

Sejumlah tenaga kesehatan mendorong peti mati berisi jenazah dokter Oki Alfin, yang meninggal akibat COVID-19, di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (12/9/2020) – Foto Ant

RIAU – Manajemen RSUD Arifin Ahmad, Riau mengajukan anggaran tambahan untuk insentif tenaga medis penanganan COVID-19 kepada Pemprov Riau.

“Para tenaga medis penanganan COVID-19 yang belum menerima insentif tersebut sudah diminta bersabar, karena saat ini pengajuan pencairan insentif sedang diproses,” kata Direktur Utama (Dirut) RSUD Arifin Ahmad, dr Nuzelly Husnedi, di Pekanbaru, Senin (14/9/2020).

Menurut Nuzelly, insentif petugas COVID-19 di RSUD Arifin Ahmad, sudah dibayarkan untuk Maret, April, dan sebagian Mei 2020. Pembayaran yang sudah dilakukan, menggunakan anggaran tahap pertama. “Akan tetapi, pembayaran selanjutnya agak terlambat, karena akan dibayarkan melalui anggaran BTT yang sudah kami ajukan dan mekanismenya memerlukan verifikasi terlebih dahulu dari APIP, dan Insya Allah akan diverifikasi dalam pertemuan dengan APIP di Inspektorat Provinsi Riau,” tandasnya.

Pengajuan tambahan mengikuti prakiraan kebutuhan insentif sampai 7 Desember 2020. Sehingga, jika mendapatkan persetujuan, insentif untuk tenaga medis di rumah sakit tersebut bisa dilakukan hingga kebutuhan Desember 2020.

Namun, jika dalam perjalanan ke depan terjadi perubahan kebutuhan, maka pihaknya akan mengajukan tambahannya sesuai mekanisme melalui APIP tersebut. Proses pencairan insentif membutuhkan waktu, sebab pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, karena insentif akan menjadi hak pribadi petugas yang habis dipakai. “Maka kami perlu mempersiapkan dasar pembayaran insentif yang kuat sesuai dengan ketentuan atau peraturan, agar tidak terjadi temuan yang bisa berakibat pengembalian uang nantinya,” ujarnya.

Nuzelly menyebut, insentif petugas COVID-19 adalah penghargaan dari Gubernur Riau, berupa tambahan penerimaan bagi dokter, perawat, dan semua petugas pelayanan COVID-19, yang besarannya diatur berdasarkan Pergub. Dan aturannya sudah dibuatkan SOP di rumah sakit. Sehingga insentif tersebut bukan satu-satunya penerimaan bagi petugas RSUD Arifin Ahmad. “Semua hak-hak pegawai RSUD Arifin Ahmad , seperti gaji, TPP, jasa pelayanan dan lain-lain tetap berlaku, dan telah dibayarkan sebagaimana biasanya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Di samping insentif berupa uang, petugas COVID-19 RSUD Arifin Ahmad juga mendapatkan makan sesuai jadwal jaga, pemberian multivitamin, untuk proteksi diri dan keluargam serta mendapatkan layanan hotel. (Ant)

Lihat juga...