RSUD Wongsonegoro Anggarkan Pembelian Ventilator dan APD di 2021

Editor: Koko Triarko

Direktur Utama RSUD Wongsonegoro, Susi Herawati di Semarang, Selasa (29/9/2020). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Meski angka penyebaran covid-19 di Kota Semarang mulai menurun, RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang tetap menganggarkan pembelian ventilator hingga alat pelindung diri (APD) pada APBD 2021 mendatang.

“Meski angka Covid-19 di Kota Semarang sudah menurun, namun pandemi ini belum dapat diprediksi kapan akan berakhir. Sehingga, pada anggaran 2021 mendatang, kita tetap prioritaskan untuk pengadaan peralatan penanganan penyakit tersebut,” papar Direktur Utama RSUD Wongsonegoro, Susi Herawati di Semarang, Selasa (29/9/2020).

Sejauh ini, untuk rencana belanja RSUD Wongsonegoro pada 2012 mencapai Rp324 miliar. Dari jumlah tersebut, anggaran Rp259 miliar dari hasil operasional rumah sakit tersebut, dan Rp 65 miliar dari APBD Kota Semarang.

“Sekarang ini, kita baru ada 24 ventilator. Masing-masing kita bagi rata untuk pasien Covid-19 dan nonCovid. Pengadaan ventilator baru nanti untuk antisipasi bila terjadi kerusakan, juga untuk berjaga-jaga jika ada kenaikan,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menganggarkan untuk pembelian APD, mulai dari masker hingga baju hamzad, serta penambahan atau perawatan sarana prasarana lain yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

Sejauh ini, untuk perawatan pasien Covid-19, pihaknya sudah memiliki 127 tempat tidur, yang terbagi pada sejumlah ruangan.

“Secara keseluruhan, dari awal penanganan hingga sekarang kita sudah merawat 883 pasien Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 701 pasien dinyatakan sembuh, sementara lainnya meninggal dunia. Untuk kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia tersebut, rata-rata karena pasien datang sudah dalam kondisi kritis. Termasuk rujukan dari rumah sakit lain dari luar Kota Semarang,” tandasnya.

Terpisah, harapan untuk peningkatan layanan dan sarana prasarana dari rumah sakit, dalam perawatan pasien Covid-19, juga disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

“Kami meminta RSUD Wongsonegoro sebagai rumah sakit milik Pemkot Semarang sekaligus rumah sakit rujukan Covid-19 untuk terus meningkatkan layanan, baik kepada pasien Covid-19 atau pun nonCovid,” jelasnya.

Pihaknya menilai, sejauh ini kesiapan dan layanan sudah baik, termasuk kebutuhan ruang isolasi hingga ICU khusus Covid-19.

“Termasuk juga fasilitas laboratorium PCR atau uji swab, juga perlu ditingkatkan. Apalagi, tidak hanya melayani permintaan dari Kota Semarang saja, namun juga wilayah lainnya,” tegasnya.

Anang juga mendorong percepatan hasil uji swab, sehingga kebijakan tindakan yang diambil bisa segera diputuskan. “Jangan terlalu lama mendapatkan hasil uji swab-nya. Kalau cepat, antrean juga tidak terlalu panjang. Ini yang harus menjadi perhatian manajemen RSUD Wongsonegoro,” pungkasnya.

Lihat juga...