Rumah Rusak Akibat Banjir di Pessel Segera Dapat Perbaikan

Editor: Makmun Hidayat

PESISIR SELATAN — Bencana banjir yang melanda daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Rabu (23/9) lalu tidak hanya menyisakan sejumlah kerusakan rumah warga, tetapi juga infrastruktur lainnya.

Nurhayati pemilik rumah yang mengalami rusak parah akibat dihantam banjir, mengatakan, bencana yang terjadi di hari itu sangatlah mengejutkan keluarganya. Karena memang tidak biasanya cuaca begitu ekstrem hingga dalam hitungan jam air begitu cepat naik.

“Saya tidak mengira begitu ekstremnya cuaca di hari Rabu itu. Biasanya bencana yang pernah terjadi tidak parah. Kini rumah saya jadi hantaman banjir,” katanya, Sabtu (26/9/2020).

Ia menceritakan siang itu ia bersama keluarganya tengah berdiri diri di dalam rumah mengingat hujan yang turun begitu derasnya sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun.

Namun setelah duduk bersama keluarga, tiba-tiba air masuk ke rumah sedikit demi sedikit. Mengetahui hal itu ia bersama keluarga mencoba mengevakuasi barang-barang rumah yang bisa diangkat ke tempat yang lebih tinggi.

Akan tetapi, hujan yang turun dengan intensitas yang cukup tinggi itu membuat sungai yang tidak jauh dari rumahnya itu semakin tidak terkendali. Akibatnya sungai itu meluap dengan kondisi air yang begitu deras hingga menghantam bangunan rumahnya.

“Ada beberapa rumah yang rusak akibat banjir itu. Beruntung dari pemerintah telah menyatakan akan membantu perbaikan rumah yang rusak itu,” ujar Nurhayati.

Dengan adanya kondisi bencana yang begitu menyeramkan, di satu sisi Nurhayati merasa lega karena tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir tersebut. Ia tidak mempersoalkan bangunan rumahnya rusak asalkan seluruh keluarganya dalam keadaan baik-baik saja.

“Saya bersyukur sekali keluarga saya dan masyarakat di sini tidak ada yang menjadi korban akibat bencana banjir itu,” sebutnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Pesisir Selatan Hasnul Karim, mengatakan sejauh ini BPBD belum menguraikan data-data kerugian akibat bencana yang melanda di sejumlah daerah Pesisir Selatan itu.

“Hingga saat ini kita belum bisa menjelaskan berapa besar kerugian yang dialami oleh bencana banjir ini,” tegas dia.

Hasnul menjelaskan khusus di Nagari IV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas ada sebanyak 180 unit rumah yang terendam. Saat ini warga yang rumahnya terendam itu masih melakukan pembersihan genangan lumpur.

Selain itu juga ada tiga ekor sapi milik warga yang hilang, serta 1 unit jembatan gantung sepanjang 45 meter yang putus. Jembatan itu merupakan sarana penghubung Dusun Salak dengan Kampung Jalamu.

“Karena di seberang sungai itu ada 15 kepala keluarga (KK) yang tinggal, sehingga perbaikan jembatan gantung itu akan segera diupayakan melalui tanggap darurat. Hal itu sudah disampaikan oleh Bapak Bupati Hendrajoni,” ujarnya.

Bahkan Pemkab Pesisir Selatan menegaskan akan segera membangun semua rumah warga yang hancur akibat bencana banjir tersebut. Untuk itu BPBD bersama pihak kecamatan dan pemerintahan nagari masih terus melakukan pendataan.

“Bupati menyampaikan kalau rumah yang hancur akan segera dilakukan perbaikan melalui bantuan bedah rumah,” ujar dia.

Dia berharap kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di beberapa kecamatan dan nagari di daerah itu agar tetap bersabar, termasuk terhadap Nurhayati sendiri bersama keluarga.

Dijelaskanya, bantuan bedah rumah terhadap warga yang rumahnya hancur akibat banjir ini, akan dilakukan dengan segera melalui bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten.

“Sedangkan untuk kebutuhan makan, tahap awal ini akan kita kirimkan nasi bungkus sesuai kebutuhan, d isamping juga bantuan beras sebanyak 10 kilogram terhadap semua kepala keluarga (KK) yang terkena banjir,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa untuk kebutuhan beras bagi masyarakat yang menjadi korban bencana, daerah itu masih memiliki cadangan beras di gudang Bulog sebanyak ratusan ton.

Lihat juga...