Rupiah Selasa Ditutup Menguat Tipis Menjadi Rp14.895

JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa ditutup menguat tipis di tengah variasi mata uang kawasan Asia.

Rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.895 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.900 per dolar AS.

“Sentimen dari eksternal hari ini terkait paket stimulus lanjutan AS yang mencapai 2,2 triliun dolar AS,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Partai Demokrat dan Partai Republik di AS dikabarkan siap berunding terkait paket stimulus tersebut, tetapi kesenjangan disebut masih lebar dan kepercayaan antara kedua belah pihak tampaknya tidak mencukupi.

Sementara itu pada malam ini akan digelar debat calon presiden AS pertama antara Joe Biden dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik.

AS juga akan merilis data ekonomi sepanjang minggu, dimulai dengan indeks kepercayaan konsumen Conference Board (CB) September nanti, Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute of Supply Management (ISM) pada Kamis (1/10) dan data pekerjaan pada Jumat (2/10). Investor akan melihat data untuk mengukur kesehatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Selain AS, China juga akan merilis data ekonomi, termasuk Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur dan non-manufaktur serta PMI manufaktur Caixin pada Rabu (30/9).

Sentimen lainnya yaitu adanya optimisme Uni Eropa (UE) dan Inggris memulai putaran pembicaraan selama seminggu. Meskipun kedua belah pihak memperingatkan bahwa kesepakatan pasca-Brexit membutuhkan waktu, Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen berharap kesepakatan masih dapat dicapai.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.875 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.873 per dolar AS hingga Rp14.918 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.920 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.959 per dolar AS. [Ant]

Lihat juga...