Sampah Masih Jadi Masalah di Utara Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Permasalaha sampah di bagian Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, makin kompleks dan belum menjadi perhatian serius dari wilayah yang memiliki semboyan ‘Bekasi Bersih’ tersebut.

Hampir di setiap tepi jalan di wilayah Utara Bekasi, seperti Tambun Utara dan Babelan, sampah rumah tangga berserakan di tepi jalan yang sepi. Bahkan, terlihat gunungan sampah di lahan kosong yang berada di sepadan Kali yang tidak dikelola maksimal.

Kabupaten Bekasi hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu. Gunungan sampah di lokasi tersebut bahkan cukup memprihatinkan, meski kerap disorot pemerhati lingkungan terkait pengelolaannya yang masih belum berubah.

Jainudin warga Utara Bekasi, -Foto: M Amin

“Persoalan sampah di Utara Kabupaten Bekasi seperti Tambun Utara dan Babelan sangat memprihatinkan. Banyak tumpukan sampah ilegal di tepian kali, tapi tidak ada tindakan apa pun dari Pemerintah Daerah,” ungkap Jainudin, pemerhati lingkungan di wilayah Utara Bekasi, kepada Cendana News, Rabu (30/9/2020).

Dikatakan, hampir setiap jalan sepi di wilayah Bekasi Utara atau Babelan, ada tumpukan sampah terbungkus plastik yang dibuang sembarangan. Kondisi tersebut sudah lama terjadi, tapi terbiarkan.

Jainudin juga mengaku prihatin, terkait tumpukan sampah ilegal di wilayah desa Sumberjaya dan Jejalen. Karena keberadaannya berada di tepi Kali CBL.

Ada satu lagi, lanjutnya, pengelolaan sampah di sekitar RT02/04 Babelan, berada di lahan kosong dikelola oleh oknum tertentu dan dijadikan tempat sampah. Keberadaannya tepat di pinggir kali Bekasi, sekali buang sampah seperti satu mobil truk atau gerobak dipasang tarif tertentu.

Wilayah Kabelan, imbuhnya, sistemnya dikoordinir dari RT/RW dari perumahan Taman Kebalen menggunakan gerobak, dan sekali buang harus bayar dengan tarif tertentu.

“Jadi, jangan berharap kali Bekasi bersih, dari hulu saja sudah tercemar limbah pabrik. Sementara di muaranya sampah rumah tangga, yang berada di tepian bibir kali,” ungkap warga asli Kebalen, Babelan tersebut.

Dengan kondisi amburadul sampah di wilayah Utara Kabupaten Bekasi, Jainudin, mempertanyakan peran penegakan Peraturan Daerah (Perda) soal denda dan lainnya terkait sampah.

“Harusnya Satpol PP menegakkan Perda, jangan hanya tempat Karaoke diobrak-abrik, tetapi soal lingkungan terbiarkan. Karena ini sangat penting bagi kelangsungan hidup banyak orang,” tegasnya.

Menurutnya, Kali Bekasi dan CBL pertemuannya di ujung Utara Kabupaten Bekasi, sebelum ke laut. Saat ini, kondisinya memprihatinkan. Sesekali tumpukan sampah di bibir Kali tumpah masuk ke dalam sungai.

Tumpukan sampah yang dibuang bertruk-truk tersebut, ungkapnya, hanya dibakar begitu saja, tidak ada pengelolaan modern. Sehingga dipastikan mencemari lingkungan, karena kondisinya tumpukan sampah itu sendiri tepat di tepi kali.

Lebih lanjut dia mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menjaga lingkungan di wilayah Utara Bekasi, seperti melapor ke Desa, LH dan lainnya. Tapi sampai sekarang nol, sampah tetap ada di mana mana.

“Kan, ga lucu, saya ajak warga demo soal sampah di Utara Kabupaten Bekasi. Sementara yang buang masyarakat juga, kami harus bagaimana? Tunggu Utara tenggelam oleh lautan sampah, baru ada tindakan?” tandasnya.

Lihat juga...