SAPUHI Sambut Gembira Kabar dari Saudi Soal Umrah

Editor: Koko Triarko

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) saat ditemui pada acara Manasik Haji Patuna Travel, beberapa waktu lalu, di Jakarta. –Dok: CDN

JAKARTA – Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menyambut gembira kabar akan dibukannya kembali pintu masuk Arab Saudi bagi para jemaah umrah luar negeri. Selain karena sudah merindukan beribadah di dua kota suci (Makkah dan Madinah), para pengusaha travel umrah juga harus berjibaku bertahan dalam situasi sulit di masa pandemi Covid-19, karena seluruh aktivitas bisnis mereka yang terhenti.

“Alhamdulillah, setelah tujuh bulan akhirnya kabar ini datang juga. Ini menjadi semacam kecerahan di mana kita pun bisa mempersiapkan pelaksanaan umrah dengan lebih matang, dengan waktu yang lebih longgar,” ujar Ketua Umum SAPUHI, Syam Resfiadi, kepada Cendana News di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Syam mengatakan, seluruh travel yang bernaung di asosiasi SAPUHI akan memprioritaskan jemaah yang sempat tertunda keberangkatannya di masa awal pandemi, lalu. Jemaah tersebut akan diberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang.

“Namun kami perlu menyampaikan juga, bahwa harga produk sebelum pandemi tentu sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, terutama karena ada ketentuan harus menggunakan protokol kesehatan. Jadi, tetap akan ada penyesuaian-penyesuaian,” jelas Syam.

Di samping itu, Syam mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kaum muslim, untuk selalu berdoa agar pandemi ini segera berakhir, dan situasi di Arab Saudi pun dapat terus terkendali dari penyebaran wabah pandemi Covid-19.

“Di Saudi memang kita dengar sudah selesai gelombang ke dua penyebaran Covid-19. Kita doakan tidak ada gelombang-gelombang selanjutnya. Tapi kita harus tetap menjaga kondisi fisik, disiplin menjalankan protokol kesehatan, karena kita tahu juga, bahwa penyebaran banyak ditularkan oleh orang tanpa gejala (OTG),” kata Syam.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, menyampaikan ada tiga tahapan yang akan dilakukan pemerintah Saudi dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Pertama, mengizinkan warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana untuk menunaikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020.

“Izin ini hanya untuk 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu enam ribu jemaah umrah per hari,” ujar Endang.

Ke dua, Kerajaan Saudi mengizinkan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan mukimin, mulai 18 Oktober 2020.

“Jumlahnya bertambah menjadi 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, atau 15 ribu jemaah umrah per hari, dan 40 ribu jemaah salat per hari,” jelasnya.

Ke tiga, mengizinkan ibadah umrah dan salat bagi warga Saudi, mukimin dan warga dari luar kerajaan. Rencananya akan dimulai pada 1 November 2020 M, sembari menunggu pengumuman resmi kondisi pandemi Covid-19. Pada tahap ini, Masjidil Haram diharapkan dapat menampung 100 persen sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu 20 ribu jemaah umrah per hari dan 60 ribu jemaah salat per hari.

“Namun, Kemenkes Saudi nantinya akan merilis daftar negara dari luar kerajaan yang diizinkan masuk atau memberangkatkan jemaah. Kemenkes tentu akan mempertimbangkan perkembangan pandemi dan risiko kesehatan dari negara-negara tersebut,” pungkas Endang.

Lihat juga...