Satgas: 350 Warga di Sikka Kontak Erat dengan Prabinsa Positif Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat 350 orang melakukan kontak erat dengan 23 anggota tamtama Prajurit Pembina Desa (Prabinsa) Kodim 1603/Sikka yang dinyatakan potitif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupayen Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditanyai Jumat (25/9/2020). Foto : Ebed de Rosary

Kebanyakan warga yang kontak erat berasal dari keluarga Prabinsa sendiri yang kembali ke rumah masing-masing dan ada yang menggelar pesta syukuran menyambut kedatangan putera mereka setelah menjalani pendidikan tentara.

“Tim masih melakukan penelusuran dan pendataan terhadap warga yang kontak erat dengan 23 Prabinsa yang positif. Untuk sementara terdata 350 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Jumat (25/9/2020).

Petrus katakan, dalam melakukan penelusuran, tim mendata warga terutama keluarga Prabinsa yang paling lama berada bersama mereka dengan durasi waktu di atas 3 jam, dimana banyak anggota keluarga yang menggelar pesta syukuran.

Ia menyebutkan, jumlah warga yang kontak erat bisa bertambah karena tim masih melakukan penelusuran di wilayah Puskesmas Nanga dan Pulau Palue dan nantinya akan direkap nama-namanya.

“Setelah didata nanti kita akan urutkan lagi sehingga yang berpotensi akan dilakukan swab. Sampel swab akan kita kirim ke laboratorium Biologi Molekular RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang untuk diperiksa,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini menambahkan, warga yang kontak erat ada yang masuk kategori ring satu dan ring dua dan akan dilakukan pemantauan, apakah mereka mengalami gejala.

Petrus mengimbau agar warga yang pernah kontak erat dengan 23 Prabinsa yang positif Covid-19 agar segera melaporkan diri ke Posko Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan maupun di Puskesmas atau di kantor desa, kelurahan dan kecamatan.

“Warga yang kontak erat bila ditemukan gejala seperti batuk dan flu maka akan langsung dilakukan swab. Kita berupaya agar mencegah timbulnya transmisi lokal mengingat beberapa wilayah di Flores sudah ada,” ujarnya.

Warga Kota Maumere, Endi Dinong yang ditanyai mengharapkan agar Tim Gugus Tugas Covid-19 lebih gencar melakukan penertiban terhadap warga yang belum menjalankan protokol kesehatan secara benar, seperti mengenakan masker saat bepergian ke luar rumah.

Endi sebutkan pesta pun sudah marak dilaksanakan di hampir semua wilayah Kabupaten Sikka dan tidak ada petugas yang memantau di lokasi pesta dan melakukan penertiban ketika melanggar protokol kesehatan.

“Harusnya jam pesta dibatasi hanya siang hari saja. Kalaupun sampai malam maka harus dibatasi jam serta peserta yang hadir jangan terlalu lama berada di lokasi pesta sehingga tidak menimbulkan kerumuman warga,” pintanya.

Ia pun meminta agar razia masker lebih sering dilaksanakan terutama di tempat-tempat keramaian warga seperti pasar dan areal pertokoan serta perkantoran agar tingkat kesadaran warga menaati protokol kesehatan meningkat.

Lihat juga...