Satgas Covid-19 Kebumen Fokus Penanganan Klaster Pesantren

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto di Kebumen, Rabu (30/9/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

KEBUMEN — Satgas Covid-19 Kabupaten Kebumen yang baru dibentuk diminta untuk fokus dalam upaya penanganan dan pemutusan penyebaran di kalangan pondok pesantren. Sebab, saat ini jumlah santri yang positif sudah mencapai ratusan.

“Kita sudah membentuk satgas Covid-19 dan untuk saat ini kita minta untuk memberikan perhatian khusus kepada klaster pondok pesantren supaya cepat bisa diminimalisir,” kata Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, Rabu (30/9/2020).

Hal utama yang menjadi tugas satgas Covid-19 adalah melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Satgas Covid-19 juga diberikan kewenangan untuk melakukan langkah-langkah strategis di lapangan guna percepatan penanganan Covid-19.

Arif juga mengharapkan partisipasi para pengasuh pondok pesantren dalam upaya pemutusan penyebaran Covid-19. Jika ditemukan ada santri pesantren yang sakit, diminta untuk segera lapor ke Dinas Kesehatan, sekecil apapun peluang penyebaran Covid-19 harus diantisipasi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Kebumen, Gus Fachruddin Achmad Nawawi. Menurutnya, saat ini beberapa pondok pesantren sudah membentuk tim jogo santri. Tim ini juga bertugas untuk mengontrol penerapan protokol kesehatan di kalangan santri. Terutama dalam hal pemakaian masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun.

Gus Fachruddin yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasani di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen ini juga berharap tidak muncul lagi klaster-klaster pondok pesantren yang baru. Mengingat di lingkungan pesantren banyak kegiatan keagamaan seperti pengajian, yasinan dan lainnya.

“Kami dari RMI sudah melakukan sosialisasi kepada pondok pesantren di Kabupaten Kebumen untuk sementara diminta mengurangi kegiatannya. Untuk para santri juga harus membatasi keluar-masuk pondok, misalnya kegiatan menjenguk santri dari pihak keluarga ditunda terlebih dahulu,” pesannya.

Sementara itu, hari ini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen mengalami penambahan 17 orang. Koordinator Humas Gugus Tugas Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, sebagian besar penambahan berasal dari kontak erat dengan kasus positif sebelumnya, termasuk dari kalangan pondok pesantren.

“Ada juga penambahan kasus positif Covid-19 dari kalangan pedagang pasar tradisional dan pedagang di objek wisata. Selain bertambah 17 kasus positif, hari ini juga ada dua orang terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Dengan adanya penambahan tersebut, maka sampai hari ini total kasus positif Covid-19 di Kebumen mencapai 644 orang. Sebanyak 320 orang masih menjalani perawatan dan yang sembuh total ada 307 orang, serta yang meninggal dunia ada 17 orang.

Lihat juga...