Satgas Covid-19 Sikka: Waspadai Transmisi Lokal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Satuan Tugas (Satgas) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta warga Kabupaten Sikka untuk mewaspadai adanya transmisi lokal dalam peneyebaran virus Corona.

Peringatan ini disampaikan mengingat ada pasangan suami istri warga Kabupaten Manggarai Barat yang positif Covid-19 serta mulai ada beberapa wilayah di NTT yang kasusnya mulai meningkat.

“Saya meminta agar warga Kabupaten Sikka harus waspada adanya transmisi lokal karena tetangga kabupaten kita sudah ada kasus transmisi lokal,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Selasa (8/9/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditanyai, Selasa (8/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Petrus mengatakan, untuk mencegah adanya transmisi lokal maka pihaknya meminta agar warga tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini meyakini bila semua warga mematuhi imbauan pemerintah soal memutus mata rantai penyebaran virus Corona maka Kabupaten Sikka yang telah beberapa bulan masuk zona hijau tidak akan kembali ke zona merah.

“Bila warga tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat maka penyebaran virus Corona terhenti. Kita harus waspada terhadap adanya transmisi lokal karena akses tranportasi telah dibuka,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Asep Purnama, spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT yang biasa menangani pasien Covid-19 meminta agar warga tetap waspada terhadap penyebaran virus Corona.

Asep mengatakan, banyak pelaku perjalanan yang berasal dari luar NTT berasal dari zona hitam dan zona merah sehingga kita perlu mewaspadai adanya migrasi terbuka ini agar jangan ada.

“Warga diminta untuk terus mewaspadai migrasi penduduk dari zona merah dan zona Covid-19 dengan dibukanya transportasi umum baik laut, darat dan udara,” ungkapnya.

Asep menegaskan, manusia merupakan kendaraan virus corona bergerak menyebar ke seluruh dunia, termasuk Sikka dan saat ini NTT dikelilingi oleh daerah dengan kasus Covid19 di atas 100 orang per harinya.

Mantan Direktur RS TC Hillers Maumere ini menegaskan bahwa pada prinsipnya setiap pelaku perjalanan yang masuk ke Sikka mesti melakukan karantina mandiri dengan benar dan disiplin.

“Bila ada pelaku perjalanan yang muncul gejala Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) akut maka segera lapor ke Puskesmas terdekat atau Call Center Gugus Tugas,” imbaunya.

Lihat juga...