Sejumlah Siswa di Lamsel Belum Terima Bantuan Kuota Internet

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sebagian pelajar di Lampung Selatan, hingga kini masih ada yang belum mendapatkan bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ezranda, salah satu pelajar SMP Negeri di Kecamatan Penengahan, mengaku telah mengecek ke nomor selulernya. Ia menggunakan kartu Tri dan bantuan kuota internet belum diterimanya.

Sistem Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan sejak awal tahun ajaran baru 2020/2021, ia menggunakan kuota reguler. Ia harus meminta sang ayah untuk membelikan smartphone berikut kuota internet bulanan. Beruntung, orang tuanya merupakan petani yang bisa menjual hasil pertanian jagung dan padi.

Drs. Cik Ujang, Kepala Sekolah SMPN 1 Penengahan, Lampung Selatan, Kamis (24/9/2020). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, tugas sekolah dikerjakan melalui aplikasi WhatsApp yang akan dikumpulkan dalam bentuk fisik. Setiap tugas mata pelajaran melalui aplikasi WhatsApp, akan dikerjakan dalam kertas dan dikumpulkan oleh ketua kelas. Sebab, sekolah melarang siswa datang ke sekolah untuk menghindari kerumunan selama pandemi Covid-19.

“Selama ini tugas diberikan melalui WhatsApp, sehingga harus membutuhkan kuota internet yang dibelikan ayah. Sejak awal September telah dilakukan pendataan nomor, lalu dikirimkan ke sekolah, namun belum ada sms masuk tambahan kuota internet,” terang Ezranda, saat ditemui Cendana News, Kamis (24/9/2020).

Penyaluran bantuan kuota internet dari Kemendikbud sesuai informasi telah disalurkan mulai Selasa (22/9/2020). Meski belum menerima bantuan kuota internet, ia mmasih bisa membantu salah satu temannya yang tidak memiliki handphone. Ia kerap mengerjakan tugas secara kelompok, sehingga menghemat kuota internet.

Sebagai pelajar, sejak SD Ezranda mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan sejenisnya. Setelah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah, ia berharap segera mendapat bantuan kuota internet. Bantuan tersebut diakuinya akan sangat membantu meringankan ekonomi orang tua selama masa pandemi Covid-19.

“Rata-rata sebulan ayah membelikan kuota internet unlimited untuk WhatsApp dengan harga puluhan ribu,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Penengahan, Drs. Cik Ujang, menyebut telah menyerahkan nomor telepon siswa ke Dinas Pendidikan. Terkait mekanisme penyaluran bantuan kuota internet, ia menunggu dari setiap operator telekomunikasi. Sebab, sebagian siswa menggunakan operator berbeda. Siswa sebagian memakai nomor telepon orang tua.

“Daftar nomor siswa sesuai Dapodik telah diserahkan, semoga secepatnya dapat bantuan kuota internet,” cetusnya.

Ia menjelaskan, sekolah telah mengeluarkan Pengumuman No.422.3/156.02.VII.6/SMP.01/2020. Sistem pembelajaran jarak jauh tahun ajaran 2020/2021 telah memasuki bulan ke tiga. Pelajaran dalam jaringan dilakukan melalui WA dan website sekolah. Kepada siswa dan orang tua, disampaikan bahwa pelajaran daring wajib diikuti.

“Setiap hari, siswa harus mengisi daftar hadir di kelas masing masing via daring, jika sakit atau izin harus memberitahukan kepada wali kelas,” cetusnya.

Sejumlah siswa yang belum mengerjakan tugas secara keseluruhan diwajibkan menghubungi guru dan wali kelas. Siswa yang melalaikan tugas, sama sekali tidak mengerjakan tugas agar diberitahukan kepada wali kelas atau guru Bimbingan Konseling, untuk ditindaklanjuti. Bagi yang tidak mengindahkan surat peringatan 1, 2, 3 akan diberi sanksi.

Lihat juga...