Seminggu KBM Tatap Muka di Sikka Tanpa Kendala

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Setelah keluar surat edaran Bupati Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor PKO.421/35/8/2020 tertanggal 31 Agustus 2020, beberapa sekolah jenjang SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten mulai melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah sejak Senin (1/9/2020).

Selama sepekan lebih pembelajaran tatap muka tersebut berjalan dan selama ini tidak ditemukan kendala selama proses berlangsung sebab rata-rata hanya dua hari dalam seminggu melaksanakan KBM tatap muka di sekolah.

“Tidak ada kendala berarti selama seminggu kita laksanakan pembelajaran tatap muka di kelas. Para murid juga mentaati protokol kesehatan,” kata Kepala Sekolah SMPN1 Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,  Vitalis P. Sukalumba, SPd, Kamis (10/9/2020).

Kepala Sekolah SMK Yohanes XXIII Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Marselus Moa Ito, saat ditanyai, Kamis (10/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Vitalis mengaku sebelum masuk ke kelas, para siswa dicek apakah menggunakan masker dan sudah dipakai secara benar, mencuci tangan di depan pintu masuk sekolah dan dites suhu tubuhnya.

Ia menambahkan, tidak ditemukan murid yang suhu tubuhnya mencapi 37 derajat Celsius atau lebih sehingga bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas serta duduk di bangkunya masing-masing.

“Para siswa juga tidak diperkenankan bertukar tempat duduk selama proses belajar mengajar serta meminjam perlengkapan belajar dan buku dari temannya. Proses belajar pun berjalan lancar meski awalnya agak sedikit canggung,” ungkapnya.

Pembelajaran tatap muka di sekolah terang Vitalis, dilaksanakan selama 2 hari saja dalam seminggu dengan menggunakan sistem shift dimana shift 1 berlangsung jam 08.00 sampai 10.00 WITA sementara shift 2 berlangsung pukul 11.00 hingga 13.00 WITA.

Ia menjelaskan, pembelajaran tatap muka sistem shift ini berlaku bagi semua tingkatan kelas mulai dari kelas VII sampai IX dimana para murid dibagi dalam dua shift tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Pembelajaran tatap muka di sekolah hanya selama dua hari saja sementara empat hari lainnya siswa tetap belajar dari rumah melalui pembelajaran daring atau online serta mengerjakan tugas yang diberikan,” ungkapnya.

Vitalis menyebutkan pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari komite sekolah dan pihaknya telah menyediakan fasilitas untuk penerapan protokol kesehatan termasuk menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

“Tim Covid-19 di sekolah yang terdiri dari guru olahraga dan staf, memantau proses pembelajaran tatap muka di kelas serta mengatur para siswa sebelum masuk ke sekolah dan memantau agar tidak berkerumun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Yohanes XXIII Maumere, Marselus Moa Ito menyebutkan, sekolahnya pun telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah tetapi terbatas.

Marselus sebutkan, dalam pembelajaran tatap muka terbatas tersebut siswa dibagi 2 kelompok untuk hari Senin, Rabu dan Jumat serta hari Selasa, Kamis dan Sabtu sehingga 3 hari siswa tetap belajar dari rumah.

“Pembelajaran tatap muka di sekolah berlangsung sejak pukul 07.30 WITA hingga pukul 11.00 WITA dimana satu mata pelajaran berlangsung selama 30 menit. Dalam sehari kami hanya ada 3 mata pelajaran saja sehingga masih terbatas pembelajarannya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha, menjelaskan dirinya melakukan pemantaaun terhadap KBM di sekolah untuk jenjang SD dan SMP di setiap kecamatan bersama staf.

Yell katakan, hal ini dilaksanakan untuk melihat implementasi penerapan KBM di era new normal dengan memprioritaskan keamanan dan kenyamanan para siswa serta para guru, memantau pelaksanaan penerapan protokol kesehatan di sekolah.

“Pemantauan yang kami lakukan selama sepekan diketahui bahwa pelaksanaan KBM di beberapa sekolah yang kami datangi berjalan dengan baik dengan menerapkan protokol kesehatan. Kita harapkan hal ini dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan,” ucapnya.

Disaksikan Cendana News di beberapa SD, SMP dan SMA di Kota Maumere, banyak murid SMA yang terlihat masih membandel dengan berjalan dari rumah tanpa mengenakan masker.

Murid SMKN3 Maumere terutama laki-laki banyak yang masih duduk bergerombol di depan sekolah tanpa memakai masker dan mulai mengenakan masker setelah hendak melewati pintu gerbang sekolah.

Lihat juga...