Semua Sekolah di Sikka Mulai Belajar Tatap Muka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pembelajaran tatap muka di sekolah yang di-launching Bupati Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tanggal 1 September di SD Inpres Wairklau Kota Maumere secara serentak rupanya tidak semua sekolah menjalankan sejak tanggal tersebut.

Semua sekolah mulai menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di kelas secara efektif mulai Senin (7/9/2020) sehingga baru 4 hari semua sekolah dari berbagai jenjang menerapkan pembelajaran tatap muka.

“Pembelajaran tatap muka di kelas di sekolah anak saya baru dimulai hari Senin. Jadi baru empat hari sudah mulai pembelajaran tatap muka di kelas,” kata Maria Parera, orang tua murid SD Inpres Nangameting, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (10/9/2020).

Maria mengatakan, pembelajaran tatap muka di kelas baru bisa berlangsung setelah dilakukan rapat antara komite sekolah, orang tua murid dan pihak sekolah pada hari Kamis (3/9/2020) dan Jumat (4/9/2020) minggu lalu.

Semua orang tua murid yang hadir menyetujui diadakannya pembelajaran tatap muka di kelas dimana setiap kelasnya hanya berlangsung selama 2 hari saja dan 4 hari lainnya murid belajar di rumah.

“Sebelum diadakan pembelajaran tatap muka, orang tua menandatangani berita acara persetujuan anaknya ikut pembelajaran tatap muka. Semua orang tua setuju ada pembelajaran tatap muka di kelas,” ungkapnya.

Guru SD Inpres Nangameting, Maumere, Emiliana P. Namatuka, menjelaskan sebelum masuk ke sekolah setiap murid disemprot disinfektan di depan gerbang masuk sekolah dan berbaris dengan menjaga jarak.

Guru SD Inpres Nangameting, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Emiliana P. Namatuka, saat ditanyai Kamis (10/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Setelah itu kata Emi sapaannya, setiap murid masuk satu per satu ke kelasnya masing-masing dan akan diperiksa suhu tubuhnya terlebih dahulu. Bila memenuhi syarat baru diperbolehkan masuk ke kelas.

“Setiap kelas dibagi dua sif sebab rata-rata jumlah siswa per kelas di atas 20 orang. Maksimal jumlah murid dalam setiap kelas sebanyak 14 orang saja dan diatur sesuai sif,” ujarnya.

Emi menjelaskan, setiap kelas dibagi 2 hari pembelajaran tatap muka dengan jadwal 2 sif dimana sif pertama jam 07.30 WITA sampai 09.30 WITA dan sif 2 jam 10.00 WITA sampai 12.00 WITA.

Semua mata pelajaran kata dia, diajarkan kepada murid sementara mata pelajaran Pendidikan, Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), para murid hanya diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.

“Orang tua murid yang mengantar anak murid juga hanya sampai di depan pintu gerbang saja. Banyak murid yang selain menggunakan masker, juga mengenakan pelindung wajah,” ungkapnya.

Disaksikan Cendana News di SD Inpres Nangameting, SD Contoh dan SD Inpres Beru, gerbang sekolah ditutup dan hanya dibuka pintunya saja, serta setiap murid yang hendak masuk ke sekolah harus antre.

Terdapat seorang petugas mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap melakukan penyemprotan disinfektan ke sepatu setiap murid yang masuk dan disuruh antre di halaman sekolah.

Para murid dipersilakan masuk satu per satu dan diperiksa suhu tubuhnya lalu langsung masuk ke kelasnya masing-masing. Setiap ruang kelas yang dipakai sif sebelumnya tidak dipergunakan sif selanjutnya, sebab harus disemprot disinfektan dahulu.

Lihat juga...