Seorang Manajer Menjadi Tersangka Korupsi Pengadaan Sertifikat Tanah PT KAI Banda Aceh

Ilustrasi - Uang hasil korupsi - Dok: CDN

BANDA ACEH – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Aceh menetapkan, Manajer Aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) berinisial RI, sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan sertifikat tanah perusahaan milik negara tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan, RI ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan sejumlah alat bukti. “Selain menetapkan sebagai tersangka, penyidik juga menahan RI serta barang bukti berupa uang tunai Rp1,8 miliar dari rekening tersangka,” katanya, Rabu (16/9/2020).

Kombes Ery Apriyono menyebut, selain RI, penyidik juga mengantongi tiga nama calon tersangka lain, MAP, S, dan IOZ. “Mereka merupakan pegawai PT KAI. Penetapan mereka sebagai calon tersangka tergantung perkembangan penyidikan. Terkait penahanan, akan dilakukan setelah mereka ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta mengatakan, penanganan kasus dugaan korupsi aset PT KAI dimulai sejak 2019. “Kasus dugaan korupsi aset meliputi pelaksanaan sertifikat tanah milik PT KAI Subdivre I Aceh, meliputi Aceh Timur dengan wilayah, mulai Bireum Bayem hingga Madat,” katanya.

Perwira menengah Polri itu menyebut, pelaksanaan sertifikat tersebut meliputi 301 bidang, dengan nilai kontrak Rp8,2 miliar. Pelaksanaan pekerjaan itu, mulai dari perencanaan hingga pembuatan sertifikat. Namun, Kombes Pol Margiyanta menyebut, dalam pelaksanaan pekerjaan diduga terjadi penggelembungan harga. Sehingga kegiatannya menimbulkan kerugian negara, yang jumlahnya mencapai Rp6,5 miliar. “Selain uang tunai, penyidik juga menyita barang bukti lainnya berupa satu unit komputer, dokumen serta buku tabungan. Penyidik juga sudah memeriksa 56 saksi, termasuk ahli, guna dimintai keterangan,” pungkas Kombes Pol Margiyanta. (Ant)

Lihat juga...