Sesepuh Tunggu Penetapan Kampung Budaya Kranggan

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, dinilai masih belum maksimal untuk menetapkan Kampung Kranggan di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, sebagai Kampung Budaya.

Kampung Kranggan adalah kampung kecil di Kota Bekasi, berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor, tapi memiliki seribu cerita yang masih terjaga sampai sekarang.

Bahkan, tim sudah menyerahkan konsep untuk mendukung Kranggan sebagai Kampung Budaya, baik ke Pemprov Jawa Barat atau pun pusat. Tapi, sekarang pencanangan Kampung Kranggan sebagai Kampung Budaya belum kunjung dilaksanakan.

“Sebenarnya, Kranggan Kampung Budaya hanya menunggu  dari Pemkot Bekasi saja. Tim kajian dari PPKD sudah menyerahkan hasil ke provinsi dan pemerintah pusat,” ungkap Abah Suta, salah satu Tokoh Budaya Kranggan, kepada Cendana News, Minggu (20/9/2020).

Dia berharap bisa segera dicanangkan Kranggan sebagai Kampung Budaya. Karena jika menunggu lama, dikhawatirkan semangat dari para sesepuh di Kranggan, hilang.

Wacana Kampung Kranggan sebagai Kampung Budaya, sudah dicanangkan sejak awal 2019. Anggota DPR RI telah mengunjungi dan mendukung Kranggan ditetapkan sebagai Kampung Budaya.

Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas Pariwisata berulang kali juga menyampaikan penetapan Kampung Kranggan sebagai Kampung Budaya. Tapi, sekarang penetapan tersebut belum ada kepastian.

“Kami memaklumi, mungkin keadaan pandemi yang tidak memungkinkan. Sehingga penetapan Kampung Kranggan ditetapkan sebagai Kampung Budaya, dikesampingkan,” ungkap Abah Suta.

Abah Suta, lebih lanjut menyampaikan, bahwa Kampung Kranggan sampai saat ini warga asli masih terus mempertahankan keberagaman budaya, tidak hanya Babaritan atau sedekah bumi, tetapi masih ada puluhan rumah adat dan mempertahankan budaya seren tahun.

“Seren tahun merupakan budaya perayaan pergantian tahun baru. Tapi tahunnya tahun kalendar Saka, yang saat ini sudah memasuki tahun 1954,”ujarnya.

Menurutnya, orang Kranggan masih menggunakan perhitungan tahun Saka yang setiap tahun terus dicetak. Setiap sesepuh pasti ada di rumahnya. Budaya lainnya, Kranggan masih menggunakan bahasa Sunda khas Kranggan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Teddy Hafni, mengatakan penetapan Kranggan sebagai Kampung Budaya kemungkinan dikeluarkan Oktober 2020.

Namun demikian, dia menyebut hal tersebut masih rencana. Ia menegaskan, akan melihat lagi dalam RKA 2020. “Kita juga pertimbangkan dengan kondisi sekarang masih pandemi Covid-19, lihat saja nanti mudah-mudahan bisa berjalan lancarlah,” ucapnya.

Lihat juga...