Setahun Terakhir Produksi Sampah di Halmahera Utara, Meningkat

TERNATE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara menyebutkan produksi sampah di wilayah Tobelo dalam setahun terakhir mengalami peningkatan mencapai 930 ton per bulan.

“Produksi sampah dalam sehari di Tobelo mencapai 31 ton perbulannya atau meningkat di atas 20 persen,” kata Kepala DLH Kabupaten Halut, Samud Taha di Ternate, Rabu.

Samud mengakui, puluhan ton sampah tersebut diangkut sebanyak dua kali dalam sehari, bahkan pihaknya mengalami kewalahan karena kekurangan armada pengangkut sampah.

“Armada pengangkut sampah yang kami miliki lima mobil truk sampah, tiga unit mobil amrol, dan empat konteiner. Idealnya harus ada penambahan kontainer sampah dan untuk wilayah kota dan pasar paling tidak ada 15 kontainer agar tidak bekerja melakukan pengangkutan di titik yang sama sebanyak dua kali sehari,” ujarnya.

Ditanya mengenai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi sampah untuk DLH sendiri dan PAD retribusi sampah ditargetkan Rp350 juta per tahun. Sampai detik ini baru mencapai 50 persen dari jumlah yang ditargetkan.

“Untuk saat ini tidak mencapai target, sebab, tinggal beberapa bulan lagi sudah akhir tahun dan capaiannya baru 50 persen,” katanya.

Bahkan, fokus menangani sampah belum terkelola dengan baik, sehingga kondisi lingkungan semakin hari semakin menumpuk, terutama di kawasan bebas sampah.

Sementara itu, untuk Kota Ternate sendiri, sudah beberapa kali tidak meraih Adipura, masih banyak sampah yang belum dibersihkan dengan baik. Buktinya, setiap hari sampah di Kota Ternate mencapai 300 ton, untuk ditampung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Takome. Artinya masih banyak sampah yang berserakan di Kota Ternate.

Sedangkan, kendala terbesar dalam mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke TPA adalah kekurangan armada, karena armada pengangkut sampah atau truk yang besar hanya 19 unit dua di antaranya rusak. (Ant)

Lihat juga...