Setelah Enam Bulan Ditutup, Hutan Wisata Tinjomoyo Dibuka Kembali

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Setelah ditutup hampir selama enam bulan, sejak pandemi covid-19 menyebar, Hutan Wisata Tinjomoyo Kota Semarang kembali dibuka, Sabtu (5/9/2020). Hal tersebut, ditandai dengan pemberan izin pengoperasian kembali, dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari saat ditemui di Semarang, Sabtu (5/9/2020). Foto Arixc Ardana

“Hutan Wisata Tinjomoyo ini merupakan salah satu aset di bidang ekowisata, milik Pemkot Semarang. Selama pandemi covid-19, memang kita tutup operasionalnya, sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi tersebut,” papar Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari.

Dipaparkan, izin pembukaan kembali tersebut diberikan setelah dalam simulasi penerapan protokol kesehatan, hingga kesiapan pengelola destinasi wisata tersebut, dinilai sudah memenuhi syarat.

“Ada beberapa persyaratan, yang harus dipenuhi oleh pengelola, terutama dalam menjalankan protokol kesehatan. Seperti kewajiban memakai masker dan menjaga jarak bagi pengunjung,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membatasi, jumlah dan durasi pengunjung selama berada di Hutan Wisata Tinjomoyo. “Meski ini konsepnya wisata outdoor, namun pengunjung tetap dibatasi, sehingga tetap ada jarak,” tandas Indriyasari.

Ditandaskan, meski Hutan Wisata Tinjomoyo merupakan obyek milik Pemkot Semarang, namun pihaknya tetap tegas dalam melakukan pengawasan dan pemberian izin. Termasuk harus lolos persyaratan, khususnya dalam pencegahan covid-19.

“Dalam pelaksanannya, tetap kita lakukan pengawasan dan evaluasi. Jika penerapan protokol kesehatan, tidak dilakukan. Terjadi kerumunan, pengunjung tidak pakai masker, maka nanti pengelola akan kita tegur dan izin operasional bisa kita cabut kembali,” tegasnya.

Sementara, Plt Kepala UPTD Hutan Wisata Tinjomoyo, Hariadi Dwi Prasetyo menegaskan, seiring dengan beroperasionalnya kembali obyek wisata tersebut, pihaknya berharap para wisatawan bisa kembali berkunjung, khususnya dari komunitas-komunitas yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya.

“Selama ini, Hutan Wisata Tinjomoyo menjadi pilihan para anggota komunitas, dalam melakukan kegiatan secara out door atau di luar ruangan. Misalnya, komunitas pecinta burung kicau, sering mengadakan lomba disini. Demikian juga komunitas atau atlet panahan, juga kerap berlatih di sini. Ini yang kita harapkan bisa kembali berjalan,” terangnya.

Tidak hanya itu, dengan berjalannya kembali berbagai kegiatan di lokasi tersebut, diharapkan juga bisa meningkatkan lagi perekonomian masyarakat sekitar, yang selama ini mengandalkan keberadaaan Hutan Wisata Tinjomoyo untuk mencari nafkah.

“Misalnya para pedagang yang berjualan di dalam area wisata, merupakan warga sekitar yang sudah kita berikan izin untuk membuka usaha. Seiring dengan dibukanya kembali, tentu harapannya, mereka ini juga bisa mendapat pemasukan dari hasil jualan. Mulai dari makanan minuman hingga souvenir,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin menjelaskan, keberadaan Hutan Wisata Tinjomoyo sangat penting bagi Kota Semarang, khususnya sebagai paru-paru kota.

“Ini menjadi salah satu hutan kota yang ada di Kota Semarang. Keberadaannya tentu harus kita jaga. Di satu sisi, sebagai obyek wisata juga terus kita gali potensinya, termasuk pengembanganannya. Salah satunya dengan pembangunan jembatan kaca di lokasi ini, yang diharapkan dapat lebih menarik minat wisatawan. Sudah kita anggarkan pada tahun 2021, rencananya pada tahun ini, namun karena ada pandemi, kemudian refocusing anggaran. Jadi di undur tahun depan,” pungkasnya.

Lihat juga...