Siasati Pandemi ITN Malang Gelar PKKMB Daring

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Ratusan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara daring. Hal ini dilakukan mengingat kondisi pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT, mengatakan, meskipun masih dalam kondisi pandemi, ITN tetap berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan PKKMB.

Menurutnya, meskipun dilakukan secara online, kegiatan PKKMB penting untuk tetap dilaksanakan agar Mahasiswa Baru (Maba) bisa mengenal suasana kampus tempat mereka menimba ilmu di perguruan tinggi.

“Saya berkeyakinan dengan mengenal kampus, 623 maba yang mengikuti PKKMB secara daring ini akan bisa menyusun rencana dan strategi dengan baik apa yang harus dilakukan di kampus ini selama 4 tahun yang akan datang. Supaya nantinya mereka bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu,” ucapnya dalam sesi wawancara usai membuka PKKMB di kampus 1 ITN Malang, Senin (14/9/2020).

Disampaikan Kustamar, dalam PKKMB ini, masing-masing maba diperkenalkan seperti apa sistem pembelajaran yang akan mereka jalani selama berada di ITN. Karena sistem pembelajaran yang sudah mereka alami di sekolah akan berbeda dengan pembelajaran yang akan mereka terima di perguruan tinggi.

“Sekarang mereka bukan lagi siswa sekolah, tapi sudah menjadi mahasiswa yang dituntut untuk mandiri. Begitu di perguruan tinggi karena dianggap menjadi pembelajar yang dewasa, mereka harus bisa mandiri. Dibimbing iya, didampingi iya, tapi yang harus berjalan mereka sendiri,” terangnya.

Dalam PKKMB inilah dibuka kesadaran tersebut dan ditanamkan kepada seluruh mahasiswa. Artinya jika ada masalah, harus ada solusi, tidak bisa didiamkan begitu saja.

“Dan kampus sudah menyediakan sistem seperti itu. Artinya apa pun masalahnya, harus ada yang segera bisa dihubungi sehingga ada solusi secepatnya,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan Kustamar, mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah ini datang ke ITN memang tugasnya untuk belajar, akan tetapi karakter tidak cukup hanya dibangun dengan belajar dan belajar saja. Mereka juga harus mengikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan. Supaya nanti ketika lulus mereka bisa menjadi lulusan yang utuh, artinya secara hard skill  pintar dan soft skill  juga memadai.

“Jadi maba akan dikenalkan mulai dari sistem informasi akademik, apa saja fasilitas yang bisa digunakan, dan kegiatan kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) apa saja yang ada di ITN,” ucapnya.

“Targetnya saya ingin mahasiswa benar-benar tahu apa yang harus mereka lakukan dan mereka harus bisa beradaptasi di kota Malang sehingga pada waktunya mereka bisa lulus dengan tepat waktu. Kita bisa bangga mengembalikan mereka kepada orang tuanya,” tuturnya.

Sementara itu Kustamar menyebutkan, terkait sistem pembelajaran yang akan diterapkan selama pandemi, tetap dilakukan secara online. Meskipun diakuinya belajar di dunia nyata dengan bertemu banyak orang tidak akan terkalahkan dengan sistem lainnya. Karena pada prinsipnya orang bisa berkembang paling mudah dengan cara meniru yang sudah ada.

“Kalau yang ditiru tidak ada, maka kita tidak bisa apa-apa,” ungkapnya.

Namun karena kondisi saat ini yang masih belum memungkinkan untuk melakukan perkuliahan secara tatap muka langsung, maka ITN Malang berupaya maksimal agar pembelajaran daring bisa tetap berjalan dengan baik, walaupun tetap saja tidak bisa menandingi jika bisa bertemu langsung.

“Mengingat jaringan internet di masing-masing daerah berbeda, file-file materi yang sifatnya bisa diunggah melalui internet, akan kami unggah. Tujuannya supaya mahasiswa yang tidak bisa mengikuti perkuliahan pada saat itu, tidak ketinggalan materi kuliah karena mereka bisa melihat ulang materinya. Untuk itu dosen sudah kita siapkan terutama untuk yang semester satu ini dan semua sudah terkondisikan termasuk e-modul sudah kita buat,” tandasnya.

Terkait materi praktikum, pihak kampus mengupayakan bagi mahasiswa lama agar bisa melaksanakan praktikum secara langsung di kampus, namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kemudian bagi mahasiswa baru, karena semester satu ini cenderung masih banyak mata kuliah yang sifatnya umum dan belum menjurus ke teknik yang memerlukan praktikum pemahaman tingkat tinggi, sehingga tidak menjadi masalah jika dilakukan secara daring,” terangnya.

Sementara itu Wakil Rektor III ITN Malang, Ir. Fourry Handoko, ST, SS, MT, Ph.D, IPU, menjelaskan PKKMB dilaksanakan selama empat hari termasuk pra PKKMB. Ada berbagai materi yang akan disampaikan oleh beberapa narasumber.

“Hari ini ada empat materi yang disampaikan oleh LLDIKTI, Polresta Malang, Rindam V Brawijaya dan BNN. Selain beberapa pemateri, ada juga sambutan dari walikota Malang,” imbuhnya.

Pada hari kedua besok, PKKMB semua harus memakai pakaian adat baik mahasiswa maupun panitia, meskipun dilakukan secara online.

“Ini menjadi kegiatan rutin kita karena kita merupakan Institut Teknologi Nasional yang menjunjung nasionalisme,” pungkasnya.

Lihat juga...