Soto Kriyik, Melegenda Karena Dilengkapi Taburan Perkedel Kering

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURBALINGGA — Jika berkunjung ke Kabupaten Purbalingga, tentu belum terasa lengkap kalau tidak singgah dan menyantap soto kriyik. Satu-satunya soto kriyik yang melegenda di Kota Perwira tersebut adalah soto kriyik Bu Karsini yang sudah ada sejak tahun 1960-an.

Ibu Julastri sedang melayani pembeli soto kriyik Bu Karsini, Purbalingga, Sabtu (5/9/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Warung soto yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga ini terbilang sederhana, namun melegenda. Disebut soto kriyik, karena hidangan soto dilengkapi dengan perkedel yang digoreng kering dan ditaburkan di atas soto.

“Kalau pembeli banyak yang suka dan penasarannya dengan kriyiknya, sehingga banyak yang minta tambah,” kata penjual soto Kriyik, Ibu Julastri yang merupakan anak dari almarhum Ibu Karsini, Sabtu (5/9/2020).

Untuk hidangan soto, hampir sama dengan soto pada umumnya di wilayah Banyumas dan sekitarnya, yaitu terdiri dari ketupat, kecambah, daun bawang, kerupuk dan sambal kacang. Khusus soto kriyik, ditambahkan dengan kriyik dari perkedel kering yang menambah rasa gurih.

Terkait kriyik yang menjadi penarik hidangan soto, Ibu Julastri bertutur, kriyik dibuat dari kentang. Yaitu kentang dikupas lalu direbus dan dihaluskan. Setelah halus diberi taburan merica bubuk dan garam secukupnya. Setelah itu baru dibentuk bulatan kecil-kecil dan digoreng hingga kering. Karena kering, sehingga agak keras dan jika dimakan berbunyi ‘kriyik’, karena itu soto ini disebut soto kriyik.

Ada beberapa varian soto yang bisa dinikmati pembeli di warung sederhana ini. Mulai dari soto ayam yang terdiri dari suwiran ayam kampung dan kriyik dan dibandrol dengan harga Rp 15.000. Kemudian ada soto jeroan yang dilengkapi dengan jeroan ati dan ampela ayam kampung dan harganya Rp 18.000 per porsi. Untuk porsi lengkap seharga Rp 25.000, terdiri dari ayam, jeroan dan telur rebus utuh, tak lupa dengan taburan kriyik di atasnya.

Selain kriyiknya, kuah soto juga menjadi penarik utama bagi pembeli. Kuah bersantan dengan bumbu bawang putih, ketumbar, kemiri, jinten serta santan ini, membuat menjadi kunci kelezatan hidangan soto.

Salah satu pelanggan soto kriyik Bu Karsini, Hutrianto mengatakan, ia sudah sejak kecil menjadi pelanggan soto kriyik.

“Kalau ke Purbalingga atau kebetulan lewat sini, pasti mampir untuk makan soto kriyik, karena hanya ada di sini. Kalau di Kota Purwokerto sebenarnya ada cabangnya, tetapi sering tutup dan sudah dua kali pindah lokasi, jadi lebih mantap kalau makan di Purbalingga,” tuturnya.

Lihat juga...