Stadion PCB Bekasi jadi Tempat Perawatan Pasien Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menegaskan, sementara waktu Stadion Patriot Chandra Baga (PCB) lebih baik jadi pusat rumah sakit darurat khusus melakukan perawatan isolasi dan gejala ringan pasien Covid-19.

“Sementara waktu event kompetisi sepakbola di Stadion Chandrabaga dikesampingkan dulu, pertandingan olahraga skala besar. Fokus jadi tempat rumah sakit darurat untuk merawat pasien Covid-19, selama dalam kondisi siaga,” ungkap Rahmat Effendi, Jumat (18/9/2020).

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, saat dijumpai Cendana News, Jumat (18/9/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, khusus pasien Covid-19 bergejala berat atau punya komorbid (penyakit penyerta) tidak bisa dirawat di Stadion Patriot harus dirujuk di rumah sakit khusus yang ditunjuk dengan fasilitas lengkap. Stadion PCB jelasnya sebagai tempat proses darurat penanganan Covid-19.

Namun demikian, imbuhnya Stadion PCB Kota Bekasi masih bisa digunakan untuk kegiatan lain, tetapi diperbolehkan hanya untuk bermain antarsesama saja bukan diperuntukkan dalam skala besar, yakni kompetisi pertandingan sepakbola.

“Stadion patriot masih bisa digunakan untuk main sepak bola biasa tapi hanya di dalam saja, seperti kayak kemarin ada tim Rafi Ahmad datang ke sini main bola. Silakan saja kalau mau main bola biasa tidak dilarang, toh kan juga di udara bebas (tempat terbuka),” jelasnya.

Diketahui saat ini, Pemerintah Kota Bekasi kembali mengingatkan tentang protokol kesehatan (Prokes) di lingkungan tempat ibadah dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19.

Wali Kota Bekasi, Dr. H . Rahmat Effendi, mengeluarkan Surat Edaran Nomor 443.1/5802/SETDA.Kessos tentang Penggunaan Masker di Tempat Ibadah pada 17 September 2020.

Surat edaran ini ditujukan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi, Ketua PCNU Kota Bekasi, PD Muhammadiyah, para tokoh masyarakat dan pemuka agama di Kota Bekasi.

Surat edaran itu sebagai penekanan kepada seluruh warga masyarakat, para jamaah/jemaatnya untuk menaati protokol kesehatan dengan ketat dan memperhatikan kebersihan serta penyemprotan disinfektan secara berkala di area rumah ibadah untuk upaya sterilisasi penyebaran Covid-19.

Penggunaan masker di tempat ibadah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak antarjamaah minimal 1 (satu) meter.

Lalu menghindari kontak fisik, seperti bersalaman dan berpelukan, dan mengimbau untuk tidak melibatkan anak-anak dan warga usia lanjut yang rentan tertular penyakit serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

Juga menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu yang seefisien mungkin, menjaga imun dengan mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan berjemur matahari di pagi hari maupun ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

Lihat juga...