Stok dan Kualitas Beras Bulog Sulteng Memadai

PALU – Perum Bulog Sulawesi Tengah menjamin stok maupun kualitas beras yang diserap dari petani di daerah itu jumlahnya memadai dan tidak perlu diragukan.

“Kita selalu berusaha untuk menyediakan beras dalam jumlah yang aman,” kata Kepala kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Basirun di sela-sela acara launching bansos beras bagi keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) di Sulteng yang berlangsung di Palu, Rabu.

Basirun mengatakan untuk kebutuhan penyaluran bansos beras bagi PKH yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng, Bulog telah menyediakan stok sesuai dengan kebutuhan.

Bulog Sulteng memiliki stok bera di gudang saat ini sekitar 6.000an ton. Dan juga saat ini sedang dalam perjalan sekitar 4.000-an ton.

Jadi, kata dia, secara kuantum, stok beras yang ada di gudang Bulog dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan bansos beras yang diperuntukkan bagi PKH selama tiga bulan ke depan ini.

Dalam kaitannya dengan subsidi beras untuk PKH yang diluncurkan secara nasional di 34 provinsi oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara pada hari ini di Jakarta bersama dengan Dirut Perum Bulog Budi Waseso, Bulog selaku penyedia stok beras dan bukan yang menyalurkan.

Penyaluran bansos beras bagi PKH, kata dia, sudah ada mekanisme dan pemenang tendernya.

“Jadi yang bertanggungjawab sampai di titik distribusi terdekat adalah mereka (transporder), bukan Bulog atau Dinas Sosial,” kata Basirun.

Bulog Sulteng juga melayani kebutuhan beras untuk program bantuan pangan non tunai (BPNT). Beras yang diperuntukkan bagi program BPNT adalah beras kualitas premium.

Makanya, Bulog membeli beras medium dan juga premium untuk dijual bebas ke pasaran.

Menyinggung mengenai pengadaan beras di Sulteng, Basirun mengatakan masih terus berjalan. “Kita tetap melakukan penyerapan beras produksi petani untuk memenuhi target pembelian yang telah ditetapkan pusat.

Sekarang ini, kata dia, realisasi penyerapan beras petani produksi lokal di Sulteng sudah di atas 60-an persen dari target 25.000 ton. (Ant)

Lihat juga...