Subsidi Sektor Transportasi di Jateng Geliatkan Ekonomi-Pariwisata

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya seluruh wilayah terkoneksi melalui angkutan darat yang terintegrasi, sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi hingga pariwisata.

“Dengan konektivitas antar wilayah tersebut, akan jadi pengungkit perekonomian masyarakat. Bukan hanya di sektor industri dan perdagangan, tapi juga sektor pariwisata,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (1/9/2020).

Salah satunya, dengan memperluas jangkauan bus BRT Trans Jateng, yang saat ini sudah beroperasi di empat koridor. Tercatat,  untuk koridor I dengan rute Semarang – Bawen, koridor II Semarang – Kendal, koridor III Purwokerto – Purbalingga, serta koridor IV, yang baru diluncurkan menjangkau wilayah Purworejo – Magelang.

“Itu sebabnya, rute-rute yang dilalui Trans Semarang ini, melewati kawasan-kawasan industri, perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Agar daerah di sekitar itu bisa terkena dampak positif,” kata Ganjar.

Dijelaskan, operasional Trans Jateng tersebut juga disubsidi oleh Pemprov Jateng, sehingga diharapkan dapat mewujudkan layanan transportasi yang nyaman pelayanan penumpang.

“Saya minta integritas operator dijaga. Pembinaan bagi sopir agar tidak kebut-kebutan,  serta bagi petugas agar mengutamakan kejujuran. Kalau ada sopir yang kebut-kebutan kita pecat. Karena mereka tidak dikejar target. Ini semua disubsidi,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat, menjelaskan, pihaknya juga akan segera menambah koridor baru Trans Jateng. Direncanakan Koridor V berute Surakarta – Sragen tersebut,  akan melintasi Kawasan Subosukowonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Klaten).”Kita ditargetkan, hingga tahun 2023,  bisa mengoperasikan tujuh koridor Trans Jateng,” jelasnya.

Satriyo menjelaskan untuk koridor VI, akan dioperasikan di wilayah Semarang – Grobogan. Sementara untuk koridor  VII, akan masuk ke kawasan industri baru di Kabupaten Batang.

“Untuk koridor V, akan kita luncurkan pada Kamis (3/9/2020), mendatang. Sementara koridor VI dan VII, masih dalam proses. Mudah-mudahan tidak perlu menunggu terlalu lama, sebelum tenggat waktu 2023 sudah beroperasi semua,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam pembukaan koridor baru Trans Jateng, pihaknya juga menggandeng operator lokal dalam pengoperasiannya. Sementara, untuk subsidi yang diberikan, berdasarkan layanan.

“Satu trip sekitar 50 kilometer, per kilometernya, kita beli Rp 7.450. Kalau per armada sehari 6 trip, tinggal dikalikan saja. Nanti diakumulasikan selama sebulan, kemudian diverifikasi, akhir bulan kita bayar.  Kalau rata-rata, per koridor sekitar 4,8 miliar. Secara keseluruhan sekitar 58 miliar per tahun, termasuk koridor V yang akan segera diresmikan,”  tandas Satriyo.

Dipaparkan, dengan beroperasinya sejumlah koridor Trans Jateng tersebut, diharapkan  mendukung konektivitas antar wilayah, sekaligus mempermudah akses masyarakat. “Tarif untuk penumpang Trans Semarang hanya Rp 4 ribu, sementara untuk  pelajar, buruh dan veteran Rp 2 ribu,” paparnya.

Di lain sisi, meski tarif yang dikenakan kepada penumpang relatif murah, namun pihaknya memastikan kenyamanan serta keamanan penumpang Trans Semarang, menjadi prioritas. Termasuk pada masa pandemi covid-19, juga diterapkan protokol kesehatan hingga jaga jarak antar penumpang.

Selama beroperasi, armada bus Trans Jateng akan berjalan dengan kecepatan 30 – 40 km/jam, dengan jarak interval per armada sekitar 30 menit.

Lihat juga...