Sudah ada 1.214 Kasus DBD Positif di Tasikmalaya

Nyamuk Aedes Aegepty - Dok CDN

TASIKMALAYA – Sejak Januari hingga Agustus 2020, angka positif Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tasikmalaya, Jawa Barat sudah menjangkiti 1.214 orang.

Dari jumlah tersebut tercatat, sejak awal 2020 sudah 20 orang meninggal dunia karena DBD. Sementara saat ini, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat, masih ada 21 orang yang menjalani perawatan karena DBD di beberapa rumah sakit. “Saat ini sudah mulai tertangani dengan baik dan tinggal menyisakan pasien yang masih dirawat sebanyak 21 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, di Tasikmalaya, Minggu (13/9/2020).

Petugas di lapangan disebutnya, terus berusaha menekan angka kasus DBD, dengan melakukan berbagai cara. Kasus DBD di Tasikmalaya pada 2020 ini mengalami peningkatan jika dibandingkan kondisi di tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat – Foto Ant

Di 2018, tercatat ada 223 kasus dengan dua angka kematian. Di 2019 tercatat ada 672 kasus dengan lima angka kematian, sedangkan hingga September 2020 lebih dari 1.200 kasus dengan 20 angka kematian. “Memang kasus tahun ini meningkat dua kali lipat dari tahun lalu,” tandas Uus.

Ia mengatakan, DBD sebagian besar menyerang anak usia 15 tahun ke bawah. Kasus yang cukup tinggi ada di Kecamatan Kawalu 197 kasus, Mangkubumi 168 kasus, Bungursari 132 kasus, Cihideung 129 kasus, Tamansari 126 kasus, dan Cipedes 126 kasus. “Kasus terbanyak di kawasan kota, karena semakin padat penduduk tingkat sebaran semakin tinggi,” katanya.

Jajaran dinas kesehatan saat ini sudah melakukan antisipasi, dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melakukan gerakan mencegah DBD. Selain itu, kader binaan Dinkes Kota Tasikmalaya disebar untuk mengampanyekan gerakan bersih lingkungan, dengan memberantas setiap tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD. (Ant)

Lihat juga...