Sulap Limbah Minyak Jelantah jadi Kreasi Sabun Wangi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Siapa sangka, limbah minyak goreng yang selama ini hanya dibuang, mampu disulap menjadi kreasi sabun wangi.

Alhasil, tidak hanya memanfaatkan barang limbah, namun juga memberikan nilai ekonomis.

Hal tersebut, dilakukan Bank Sampah Artha Lestari RW02 Kelurahan Padangsari Kecamatan Banyumanik Semarang.

“Jadi setiap hari, kita menerima beragam sampah non organik dari para anggota. Mulai dari plastik, hingga minyak goreng bekas. Barang-barang ini kemudian kita olah dan dimanfaatkan. Salah satunya, minyak goreng bekas untuk pembuatan kreasi sabun,” papar Direktur Bank Sampah Artha Lestari, Cornelia di Semarang, Rabu (9/9/2020).

Direktur Bank Sampah Artha Lestari, Cornelia, menunjukkan hasil kreasi sabun wangi di Semarang, Rabu (9/9/2020). Foto: Arixc Ardana

Dijelaskan, minyak goreng bekas atau jelantah tersebut, merupakan bahan sisa dapur yang pasti dimiliki setiap rumah tangga.

Minyak ini tidak baik bagi kesehatan bila digunakan kembali. Akhirnya minyak jelantah banyak terbuang sia-sia.

“Padahal, jika diolah kembali, bisa menjadi produk lain yang bernilai ekonomis. Salah satunya sabun kreasi mandi,” jelasnya.

Untuk pembuatannya, relatif mudah. Selain minyak jelantah, bahan yang digunakan yakni soda api, pewarna makanan dan air.

Caranya, masukkan air ke dalam wadah, kemudian campur dengan soda api, secara perlahan sambil diaduk. Setelah suhu mendingin, masukkan minyak jelantah sedikit demi sedikit sambil diaduk, hingga rata dan mengental.

Setelah adonan mengental bisa ditambahkan pewarna makanan, sesuai yang diinginkan serta pewangi. Kemudian tuang adonan tersebut ke dalam cetakan yang telah disiapkan.

“Sejauh ini, kreasi sabun yang kita hasilkan lebih banyak untuk keperluan suvenir. Misalnya untuk acara pernikahan atau kegiatan lainnya,” lanjut Cornelia.

Sementara, Wakil Direktur Bank Sampah Artha Lestari, Siswatyartha, menambahkan di tengah pandemi covid-19, pihaknya tetap mengajak masyarakat dan anggota untuk tetap peduli lingkungan.

Dengan mengajak mereka dalam mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle).

“Sejauh ini untuk kreasi sabun  memang masih terbatas permintaannya, ini karena bahan baku berupa minyak jelantah yang disetorkan anggota juga belum banyak,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya berharap dengan adanya Bank Sampah Artha Lestari, bisa terus mengedukasi masyarakat, akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Lihat juga...