Sumberagung Sleman Lakukan Penyemprotan Disinfektan Hingga Pelosok Dusun

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 hingga mencapai 210.000 orang lebih di Indonesia saat ini, menjadi perhatian serius sejumlah daerah di Indonesia. Tak terkecuali Yogyakarta sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang banyak menerima warga luar daerah.

Dukuh Kedung Banteng sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 desa Sumberagung Moyudan Sleman, Rudi Zaenal. Foto: Jatmika H Kusmargana

Melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 di tiap wilayah, pemerintah bersama-sama masyarakat tak henti melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Upaya itu bahkan dilakukan hingga ke wilayah-wilayah pelosok dusun yang jauh dari pusat kota.

Seperti terlihat di dusun Kedung Banteng, Sumberagung, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 kecamatan Moyudan rutin melakukan upaya-upaya pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Selain menerapkan pemakaian masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, hingga pemakaian handsanitizer bagi semua orang dalam setiap kegiatan acara yang melibatkan banyak orang, Tim Gugus Tugas juga selalu menyemprotkan cairan disinfektan seusai acara berlangsung.

Dukuh Kedung Banteng sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 desa setempat, Rudi Zaenal, mengatakan hal tersebut dilakukan semata-mata sebagai upaya meminimalisir resiko penularan Covid-19 di dusannya.

“Ada sebanyak 100 orang lebih relawan yang rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap kali ada acara yang melibatkan banyak orang. Semua lokasi yang sebelumnya digunakan untuk menggelar acara atau kegiatan, dengan mendatangkan tamu dari luar desa disisir dan disemprot,” ungkapnya Jumat (11/09/2020).

Menurut Heri, sejauh ini upaya ini dinilai cukup efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19 di desanya. Hal itu dibuktikan dengan belum adanya temuan kasus positif yang meninpa warganya. Meskipun sejumlah acara atau kegiatan dengan melibatkan banyak orang kerap digelar di sana.

“Berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak, kita selalu mendata setiap kegiatan yang digelar di desa. Termasuk warga pendatang yang masuk dan tinggal di desa selama pandemi Covid-19. Tidak pernah kendor, apalagi melihat perkembangan kasus yang semakin meningkat saat ini,” ungkapnya.

Lihat juga...