Sumsel Genjot Penyaluran KUR, Redam Dampak Covid-19

Ilustrasi - Uang rupiah - Foto: Istimewa/Dok. Kemenkeu

PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggenjot penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga akhir tahun 2020 untuk meredam dampak ekonomi akibat penyebaran COVID-19.

Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Afrian Joni mengatakan realisasi KUR ini diharapkan dapat memulihkan pertumbuhan ekonomi Sumsel yang tercatat -1,3 persen pada kuartal II/2020.

“KUR baru terealisasi Rp1,3 triliun dari kuota 4,5 persen, kami (pemprov) sudah berkoordinasi dengan perbankan dan OJK untuk membentuk tim percepatan,” kata Joni di Palembang, Rabu (2/9/2020).

Ia mengatakan percepatan KUR ini dapat terjadi jika kalangan perbankan fokus membidik sektor pertanian, mengingat pertanian padi di Sumsel tetap produktif di tengah pandemi.

“Pemprov juga berencana mendirikan rumah pangan agar harga di tingkat petani terdongkrak. Dengan begitu, petani memiliki kemampuan menyerap KUR demi peningkatan produktivitas,” kata dia.

Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel Normandy Akil mengatakan perusahaannya pada masa pandemi COVID-19 ini merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke ratusan petani di berbagai daerah sentra produksi beras di Sumatera Selatan.

Penyaluran KUR ke petani ini merupakan komitmen dari perusahaan untuk turut menjaga ketahanan pangan di tengah penyebaran virus corona (COVID-19).

“Kami fokus menyalurkan KUR ke sektor pertanian karena petani membutuhkan pembiayaan untuk modal kerjanya, terutama saat pandemi ini,” kata dia.

Sejauh ini kinerja serapan KUR yang digelontorkan masih cukup baik. Realisasinya sudah mencapai Rp219 miliar per 30 Juni, di mana targetnya sampai dengan Desember 2020 sebesar Rp500 miliar, kata dia. (Ant)

Lihat juga...