Tampilan Nasi Liwet Mirip Nasi Goreng, Lezat

Editor: Koko Triarko

SOLO – Jika Anda berkunjung ke Solo, Jawa Tengah, dan ingin menikmati suasana puncak seperti di Bogor, Jawa Barat, kawasan wisata Gunung Lawu bisa menjadi pilihan. Selain bisa menikmati udara dingin dan sejuk, pengunjung juga bisa memanjakan mata dengan pesona alam yang masih asri.

Salah satunya hamparan luas kebun teh yang ada di wilayah Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar. Di lokasi objek wisata yang tak pernah sepi ini, pengunjung disuguhkan pemandangan indah alam sekitar. Mulai dari pesona air terjun Jumog, Telaga Madirda maupun spot wisata menarik yang telah disiapkan warga sepanjang jalur wisata ini.

Setelah puas menikmati pemandangan alam, pengunjung juga disajikan sederet makanan lezat yang siap mengenyangkan perut. Salah satunya Nasi Liwet Green Yard, yang juga masih berada di kawasan wisata Kebun Teh Kaki Gunung Lawu.

Pemilik Rumah Makan Nasi Liwet Green Yard, Adhe Eliana. Sabtu (12/9/2020). -Foto: Harun Alrosyid

Yang membuat spesial makanan yang satu ini adalah perpaduan bumbu rempah-rempah yang dibalut dengan tampilan yang jauh berbeda dari nasi liwet pada umumnya.

Jika umumnya nasi liwet disajikan dengan potongan ayam kampung dan disiram santan, Nasi Liwet Green Yard, berbeda. Nasi Liwet yang ada di ketinggian 1.496 meter di atas permukaan laut ini dipadukan dengan ikan teri, tahu tempe, serta ayam goreng tim. Tampilannya bahkan hampir mirip dengan penyajian nasi goreng.

“Kalau orang belum pernah menikmati Nasi Liwet Green Yard, pasti mengira ini nasi goreng. Tapi, rasanya nikmat sekali,” kata Beni Indra, salah satu pengunjung, Sabtu (12/9/2020).

Meski sempat ‘tertipu’ dengan tampilannya, pria asal Sukoharjo ini mengaku sangat puas dengan rasanya. “Saat di lidah akan sangat terasa bumbu rempahnya. Dipadu dengan ikan teri dan tahu tempe  menjadi kolaborasi yang sungguh nikmat,” imbuh pria yang mengaku baru sekali menikmati kuliner tersebut.

Yang tak kalah nikmatnya adalah udang sambal petai. Bagi pecinta makanan pedas, sambal yang satu ini harus dicoba karena perpaduan pedas dari cabai rawit pilihan, juga aroma dan rasa udang dan petai yang seakan sudah menyatu.

“Oh, nikmat luar biasa udang sambal petainya. Saya saja sampai mau nambah,” ucapnya.

Kreasi Nasi Liwet Green Yard sengaja dibuat berbeda dengan nasi liwet khas Solo pada umumnya. “Nasi liwet kita memang tidak seperti nasi liwet Solo. Bumbunya juga beda, ada rempah-rempah dan dipadu dengan ikan teri. Rasanya pas banget,” kata Ade Eliana, pemilik rumah makan yang ada tepat di Objek Wisata Candi Ceto, Karanganyar.

Konsep kuliner yang disajikan, tak lain untuk memberikan kesan modern, meskipun makanan tersebut khas tradisional.  Menurutnya, nasi liwet green yard menjadi makanan favorit dari pengunjung yang singgah di rumah makannya.

“Yang paling laris, ya nasi liwet ini. Porsinya juga pas, artinya tidak terlalu banyak maupun sedikit. Harga juga nyaman di kantong,” urai Ade, sembari menyebutkan satu porsi nasi liwet hanya Rp35 ribu rupiah.

Untuk menyediakan berbagai masakan enak, dirinya telah mendatangkan chef khusus yang pengalamannya tak diragukan lagi. Ada satu rahasia di balik suksesnya nasi liwet green yard yang memanjakan lidah para pengunjung. Yakni, keberadaan chef miliknya yang penah bekerja di sebuah kapal pesiar.

“Soal pengalaman, saya kira tak diragukan lagi, ya. Sudah pernah kerja di pelayaran,” tandasnya.

Selain masakan tradisional, di rumah makan yang berada di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar ini juga menyediakan makanan khas Eropa dan Cina. Upaya ini untuk menarik minat para pengunjung yang setiap pekan datang dari berbagai kota dan  negara.

“Pada umumnya, kami ingin memadukan anatara tradisional dan modern. Tapi, kami juga menyediakan makanan khas Eropa dan Cina,” tutupnya.

Lihat juga...