Tekan Angka Perceraian, Kemenag Siapkan Bimwin Daring

Editor: Makmun Hidayat

Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin. -Dok: CDN

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) bertekad memaksimalkan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) sebagai salah satu upaya menekan angka perceraian yang saat ini trennya terus meningkat selama masa pandemi. Bahkan, Kemenag tengah menyiapkan skema Bimwin dengan metode dalam jaringan (daring).

“Memang kami akui, selama ini kami hanya mampu membina 7-10 persen Catin (calon pengantin-Red.) dari sekitar dua juta peristiwa nikah per tahun. Dengan metode daring, kami berharap dapat meningkatkan target sekitar 40 persen Catin dan target jangka panjangnya akan menarget seluruh calon pengantin,” ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, Rabu (2/9/2020) di Jakarta.

Kamaruddin menegaskan, bahwa program Bimwin sangat penting untuk memperkuat ketahanan keluarga. Terlebih dengan adanya fakta bahwa angka perceraian terus meningkat di tengah masyarakat.

“Bimwin perlu diikuti oleh setiap calon pengantin karena program tersebut memberi bimbingan dan pelatihan tentang pengetahuan dan keterampilan hidup dalam berumahtangga. Binwin juga memberi pengetahuan dalam menghadapi permasalahan perkawinan dan keluarga,” tandas Kamaruddin.

“Program Bimwin sendiri diampu oleh fasilitator yang sudah terlatih, yaitu penghulu dan penyuluh KUA, tenaga kesehatan, PLKB, atau praktisi perkawinan dan keluarga,” sambung Kamariddin.

Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Adib Machrus menambahkan, untuk program Binwin secara daring dilaksanakan di KUA Kecamatan dan Kemenag Kab/Kota. Setelah mendaftar di KUA, akan dibuatkan Whatssapp Grup dengan jadwal yang disepakati dengan calon pengantin. Dalam WA Grup akan diikuti 40 pasang calon pengantin dan seorang fasilitator.

“Semoga pertengahan bulan September ini, sudah mulai bisa dilaksanakan secara nasional, dan akan terus di evaluasi secara berkala,” tukas Adib.

Selain Bimwin, kata Adib, Kemenag juga mengembangkan Pusat Layanan Keluarga Sakinah atau Pusaka Sakinah. Program ini mempunyai misi mewujudkan keluarga sakinah, berwatak moderat, serta mewujudkan KUA yang memiliki kapasitas dan berparadigma good governance. 

“Target Pusaka Sakinah adalah tercapainya transformasi KUA menjadi pusat layanan keluarga sakinah dengan kapasitas optimal sebagai unit pelayanan publik yang menjalankan good governance,” jelas Adib.

Melalui Pusaka Sakinah, Kemenag juga ingin meningkatkan karakteristik kualitas dasar keluarga sakinah yang berwatak moderat di masyarakat.

“Termasuk juga, tumbuhnya kapasitas dan keterampilan insan KUA untuk melakukan pendidikan masyarakat dan untuk menjalankan peran leading sektor dalam membangun jejaring kerja pembinaan keluarga sakinah di tingkat kecamatan,” tuturnya.

Lihat juga...