Teknologi Nuklir pun Bisa Menciptakan Keindahan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Menyampaikan manfaat nuklir terkait kesehatan, energi maupun pertanian sudah menjadi hal umum yang dilakukan oleh pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Tapi ternyata, nuklir pun memiliki manfaat dalam bidang keindahan. 

Kepala Pusat Reaktor Serba Guna BATAN Yusi Eko Yulianto saat diskusi online, Selasa (29/9/2020) – Foto Ranny Supusepa

Kepala Pusat Reaktor Serba Guna BATAN, Yusi Eko Yulianto menyatakan, tugas berat dalam bidang nuklir adalah menghilangkan jarak antara nuklir dengan masyarakat.

“Kita sudah mengoperasikan reaktor itu selama 33 tahun dengan selamat dan aman. Sehingga yang perlu dilihat adalah hasilnya. Misalnya Batu Topaz atau variasi produk kesehatan yang bisa membantu bidang kedokteran dalam membantu meringankan keluhan pasien pada penyakit yang dideritanya,” kata Yusi dalam diskusi online, Selasa (29/9/2020).

Masyarakat diharapkan bisa menilai pengoperasian nuklir ini secara positif, karena semua yang dilakukan dalam reaktor sudah diatur dalam regulasi yang sangat ketat.

“Kita punya Bapeten, sebagai regulator di dalam negeri dan juga ada regulator lainnya di bidang lingkungan, yang menyatakan bahwa pelaksanaannya sudah dilakukan sesuai ketentuan. Sehingga akan mampu memberikan energi positif dalam mengembangkan kemampuan yang ada,” ucapnya.

Yusi menyatakan dirinya tidak akan ragu untuk mengundang pihak-pihak yang ingin mengetahui tentang proses iradiasi, terutama dalam hal iradiasi batu Topaz ini, karena apa yang dilakukan dalam reaktor semua aman dan mengikuti protokol keselamatan.

“Kedepannya, yang menjadi tantangan adalah bagaimana meningkatkan nilai jual dari batu Topaz maupun produk hasil iradiasi lainnya sehingga bisa memberikan dampak yang lebih besar pada masyarakat,” ungkapnya.

Akan ada perubahan dalam memigrasikan metode konvensional ke metode yang lebih baru, sehingga mampu memberikan loncatan hasil yang lebih signifikan.

“Harapannya, masyarakat bisa melihat nuklir dalam kaitannya dengan batu Topaz ini sebagai keindahan dari teknologi,” tandasnya.

Tokoh Wanita Nasional Dewi Motik Pramono menyesalkan mengapa nuklir di Indonesia selalu dikaitkan dengan perang. Padahal peran nuklir di bidang lainnya, sudah banyak dipergunakan.

“Jadi kami terus berusaha untuk memperkenalkan sisi lain dari nuklir. Dan kali ini yang saya sorot adalah kaitan nuklir pada batu topas. Harapannya, dengan menunjukkan kepada masyarakat tentang keindahan yang dihasilkan oleh iradiasi maka masyarakat akan memiliki penilaian yang berbeda, dari hanya sekedar alat perang saja,” kata Dewi Motik dalam kesempatan yang sama.

Warna topas biasanya kuning, tapi dengan bantuan teknologi nuklir maka saat ini dikenal topas yang berwarna biru, yang banyak dicari orang sebagai perhiasan bernilai mahal.

“Harapannya, dengan menunjukkan keindahan dari hasil iradiasi ini, semoga masyarakat bisa semakin menerima keberadaan nuklir sebagai hal yang positif, tidak melulu negatif,” pungkasnya.

Lihat juga...