Tertekan Reli Saham, Dolar AS Merosot

Ilustrasi - Dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri

NEW YORK — Dolar AS merosot terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), jatuh ke level terendah dua minggu terhadap yen, karena berita positif tentang vaksin COVID-19 dan gelombang kesepakatan merger dan akuisisi mengangkat sentimen pasar ekuitas global.

Investor juga melihat ke depan untuk pekan yang penuh acara yang mencakup pertemuan Federal Reserve dan penunjukan perdana menteri Jepang yang baru.

Saham-saham AS naik pada Senin (14/9) di tengah tanda-tanda kemajuan dalam mengembangkan vaksin COVID-19 dan kesibukan kesepakatan bernilai miliaran dolar, termasuk laporan Oracle memenangkan pertempuran untuk operasi TikTok di AS.

Produsen obat AstraZeneca pada Senin (14/9) mengatakan pihaknya melanjutkan uji klinis Inggris terhadap vaksin COVID-19, salah satu yang paling maju dalam pengembangan, membantu memulai reli saham.

“Ada beberapa daya tarik positif pada vaksin virus corona dan itu telah membantu mengangkat pasar,” kata Amo Sahota, direktur eksekutif di perusahaan penasihat mata uang Klarity FX di San Francisco.

“Biasanya saya akan menyebutnya hari yang lembut dan optimis. Saya tidak tahu apakah kita telah mempelajari sesuatu yang sangat baru hari ini yang akan memberi kita indikasi tentang pembangunan tren. Hari ini adalah hari yang lebih mendukung ekuitas, dan dolar melemah,” tambahnya.

Dalam perdagangan sore, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 93,029, setelah membukukan kenaikan dua minggu berturut-turut.

Pertemuan Federal Reserve minggu ini akan menjadi yang pertama sejak Ketua Jerome Powell mengumumkan perubahan kebijakan menuju toleransi yang lebih besar terhadap inflasi, secara efektif berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama.

“‘Dot-plot’ yang diperbarui diperkirakan dapat memperkuat pesan bahwa sikap kebijakan suku bunga nol saat ini sesuai hingga tahun 2023,” kata NatWest dalam catatan riset terbaru, sebuah skenario yang negatif untuk dolar.

Proyeksi median para pejabat Fed tentang angka pergerakan suku bunga biasanya disebut sebagai “dot-plot”.

Dolar turun 0,4 persen terhadap yen menjadi 105,70 yen, setelah sebelumnya merosot ke level terendah dua minggu.

Pertemuan bank sentral Jepang (Bank of Japan) pada Kamis (17/9) diperkirakan tidak akan menghasilkan perubahan kebijakan apa pun, tetapi bank mungkin ditanyai tentang apakah hal itu dapat mengikuti sikap inflasi Fed.

Di bidang politik, Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dipilih untuk memimpin partai yang berkuasa di Jepang pada Senin (14/9/2020), yang berarti pada Rabu (16/9/2020) di parlemen ia akan dipilih oleh rekan-rekannya sebagai perdana menteri, menggantikan Shinzo Abe.

Suga telah berjanji untuk melanjutkan kebijakan Abe.

Euro menguat 0,2 persen terhadap dolar pada 1,1867 dolar. Mata uang tunggal telah melonjak ke tertinggi satu minggu di atas 1,191 dolar setelah pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis (3/9/2020), sebelum turun kembali karena pembuat kebijakan membicarakannya pada hari berikutnya. (Ant)

Lihat juga...