Tes Kesehatan Bapaslon Pilkada 2020 Sumbar Dilakukan di RSUP M Djamil

Ilustrasi - Pilkada Serentak 2020 – Foto Ant

PADANG – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Barat (Sumbar) 2020, mulai menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang, Sumbar.

“Pemeriksaan kesehatan dilakukan selama empat hari yang dimulai sejak Senin (7/9/2020) hingga Kamis (10/9/2020),” kata Ketua Pelaksana Pemeriksaan Kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumbar, Dr Roni Eka Sahputra , Senin (7/9/2020).

Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk memastikan calon perserta yang mengikuti Pilkada Sumbar benar-benar sehat. Tes kesehatan itu juga diperlukan untuk mengecek dan memastikan supaya tidak ditemukan kelainan-kelainan, baik dari segi fisik ataupun mental.

“Tidak hanya itu, pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu persyaratan dari KPU terhadap pasangan calon agar bisa mengikuti persyaratan pilkada selanjutnya sebagai Kepala Daerah Sumbar,” tandasnya.

Menurutnya, kesehatan yang diperiksa berupa kesehatan fisik dan jiwa. Seperti fungsi organ tubuh diantaranya mata hidung, ginjal, jantung, otot, paru, dan organ tubuh lainnya. “Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan kerja sama antara IDI wilayah Sumbar dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar. Untuk itu, kami sebagai IDI merujuk RSUP M Djamil Padang sebagai tempat pemeriksaan kesehatan,” tambahnya.

Di hari pertama, pemeriksaan kesehatan pasangan calon yang mengikuti sekitar 60 orang. Namun laporan dari KPU hanya sekitar 50 orang. “Kalau tidak selesai hari ini maka akan dilanjutkan hingga tiga hari ke depan,” tandasnya.

Bagi bakal pasangan calon yang akan mengikuti pemeriksaan kesehatan agar diminta berpuasa dan bersiap menjalani tes kesehatan. “Ada beberapa pemeriksaan yang mewajibkan Bapaslon berpuasa sehari sebelum pengecekan. Mereka hanya diperkenankan meminum air putih saja,” kata dia.

Seluruh pemeriksaan kesehatan tetap mengedepankan protokol pencegahan penularan COVID-19, di antaranya wajib mengenakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan. “Kami juga mewajibkan saat pemeriksaan yang boleh masuk hanya calon kepala daerah saja, tanpa didampingi oleh ajudan maupun asisten. Hal itu untuk mengantisipasi penularan COVID-19,” tandasnya.

Selain itu, bakal pasangan calon wajib membawa surat pengantar pemeriksaan kesehatan dari KPU Sumbar dan surat keterangan tes usap COVID-19 dengan hasil negatif dengan jarak dua hari sebelum tes kesehatan. (Ant)

Lihat juga...