Tiga Bakal Paslon Pilkada 2020 Karawang Memenuhi Syarat Pencalonan

KARAWANG – KPU Karawang menyebut, tiga bakal Pasangan Calon (Paslon) bupati dan wakil bupati, yang akan maju pada Pilkada Karawang 2020, telah memenuhi syarat pencalonan.

“Hasil pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati serta hasil verifikasi dokumen syarat pencalonan dinyatakan memenuhi syarat,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Miftah Farid , Rabu (16/9/2020).

Berkas dokumen syarat calon dan pencalonan, telah diteliti dan diverifikasi. Kegiatannya dilakukan bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karawang, dan dinyatakan lengkap. “Setelah diteliti bersama-sama, seluruh berkas itu dinyatakan memenuhi syarat,” tambahnya.

Sedangkan untuk hasil pemeriksaan kesehatan, sebagaimana berita acara yang diserahkan RSPAD Gatot Soebroto kepada KPU Karawang, tiga bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati juga dinyatakan memenuhi syarat. Tiga bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar ke KPU Karawang adalah, pasangan Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh, yang diusung Partai Demokrat, PKS, NasDem, dan Golkar. Kemudian pasangan Yesi Karya Lianti-Adly Fairuz yang diusung PDIP, PAN, PBB, dan PPP, serta pasangan Ahmad Zamakhsyari-Yusni Rinzani yang diusung PKB, Gerindra, dan Hanura.

KPU Jember menggelar kegiatan rapat koordinasi fasilitasi kampanye di Kantor KPU Jember, Rabu (16/9/2020) – Foto Ant

Terpisah, anggota KPU Jember, Andi Wasis mengatakan, pelaksanaan kampanye pada Pilkada 2020 harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan. “Untuk pelaksanaan kampanye secara terbuka maupun di dalam ruangan, harus diatur jumlah pesertanya. Semuanya mempertimbangkan protokol kesehatan selama pandemi,” kata Andi, usai rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan kampanye dengan perwakilan tim pasangan calon di Kantor KPU Jember, Jawa Timur, Rabu (16/9/2020).

Aturan kampanye setiap pasangan calon dan tim pemenangannya, wajib mematuhi penerapan protokol kesehatan COVID-19 sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) No.10/2020. “Di dalam PKPU itu, jumlah massa maksimum di ruangan tertutup atau gedung adalah 50 orang, sedangkan di luar ruangan atau lapangan maksimum 100 orang,” jelasnya.

Metode kampanye yang bisa digelar berupa, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka atau dialog, penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye, iklan di media, rapat umum, debat publik atau debat terbuka. “Tahapan masa kampanye dimulai 26 September hingga 5 Desember 2020, dan pembersihan alat peraga kampanye pada 8 Desember 2020,” tambahnya.

Setiap pasangan calon bupati dan wakil bupati Jember diharuskan menghindari ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks, selama tahapan kampanye. “Kami juga melarang tim melakukan kampanye dengan bagi-bagi bahan pokok atau barang, karena hal itu di luar bahan kampanye, sehingga tidak diperbolehkan,” tuturnya.

Sementara kampanye dalam bentuk penyebaran video, masih diperbolehkan. Namun, sesuai aturan boleh dilakukan 14 hari sebelum masa tenang, sehingga diharapkan seluruh tim pasangan calon mematuhi ketentuan itu. (Ant)

Lihat juga...