Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Nelayan Tenggelam di Ende

Editor: Koko Triarko

ENDE – Tim SAR Gabungan pada hari ke tiga kembali melakukan pencarian korban tenggelam di perairan Raba, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (3/9/2020). Selama pencarian hari ke dua kemarin, tim menemukan kendala adanya angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga proses pencarian korban tidak berjalan maksimal.

“Pencarian hari ke tiga berlangsung sejak pukul 06.00 WITA. Kami masih melakukan pencarian di lokasi sekitar perairan tempat korban dikabarkan tenggelam,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Putu Sudayan, SE., MAP., Kamis (3/9/2020).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, I Putu Sudayana, SE., MAP -Dok: CDN

Putu mengatakan,kendala yang terjadi pada hari ke dua kemarin, Rabu (2/9/2020), yakni adanya hujan dan angin yang cukup kencang dimulai pada siang hari.

Sedangkan untuk kendala lain terkait peralatan dan personel, ia menegaskan semuanya sudah siap, namun memang pihaknya tidak bisa melawan kehendak alam, seperti cuaca yang tidak menentu.

“Proses pencarian korban tenggelam memang menghadapi kendala cuaca, dan hal ini tidak bisa kita hindari. Namun, tim SAR Gabungan tetap melaksanakan misi pencarian korban,” ungkapnya.

Putu menyebutkan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere memberangkatkan Tim Rescuer Unit Siaga SAR Ende bersama Potensi SAR lainnya, terdiri dari Polair Ende 12 orang, KSOP Ende 2, Pos AL Ende dan BPBD Ende,  masing-masing  9 orang, Polres Ende 10 Orang, dan masyarakat sekitar 20 orang.

“Kami mengerahkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Empat SRU, yaitu SRU pertama dari Tim Rubber Boat Unit Siaga SAR Ende dan SRU ke dua dari Speed Boat Polair Ende,“ jelasnya.

Sementara SRU ke tiga, kata Putu, berasal dari nerahu Nelayan, sedangkan SRU ke empat terdiri dari tim darat yang melaksanakan penyisiran di sepanjang Pantai Raba Ende.

Jamaludin, nelayan asal Ende, mengakui cuaca sedang tidak bersahabat sehingga perahu motor berukuran kecil di bawah 10 gross ton mengalami kesulitan akibat adanya gelombang tinggi dan angin kencang.

Dia mengatakan, proses pencarian korban tenggelam tidak maksimal, karena jarak pandang tim juga terhalang gelombang dan hujan yang juga turun sejak pagi hari, sehingga proses pencarian hari ke dua belum membuahkan hasil.

“Memang nelayan sudah terbiasa di laut namun terkadang akibat cuaca seperti angin kencang dan gelombang membuat kapal sering terbalik. Pemerintah harus memberikan imbaun kepada nelayan, agar jangan melaut saat cuaca tidak menentu,” harapnya.

Lihat juga...